Story cover for Impossible You by DrunkWriting
Impossible You
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jan 02, 2018
Kaget.

Ya, Kilan memang kaget saat melihat Hidan yang berada di tengah lapangan. Berdiri di hadapan seorang cewek dengan sebatang coklat dan sebucket bunga mawar putih. Cowok itu menggamit tangan cewek itu setelah dia menerima pemberian Hidan. Dengan lantangnya dia menembak cewek itu. Tentu mengundang semua murid untuk melihat, salah satu pujaan mereka yang sudah memilih pasangannya. Jeritan-jeritan itu juga yang mengundang Kilan tertarik untuk melihat, ada apa di bawah sana?
 
Entahlah, ada rasa kecewa di dalam hatinya. Memang dia cemburu. Namun untuk kali ini bukan hanya cemburu. Tapi hatinya ikut sakit. Merasakan jika dia hanya salah satu pilihan Hidan, bukan satu-satunya orang yang di pilih Hidan.

Fine.

Jika memang itu keputusan Hidan, Kilan mencoba menerimanya. Mengikhlaskan nama Hidan hilang dari hatinya. Tapi semuanya pasti akan ada banyak perubahan yang menunggu.

Semuanya hanya soal waktu.
All Rights Reserved
Sign up to add Impossible You to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
KEPINCUT BRONDONG  by Dorie_Kusuma
29 parts Complete Mature
18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!
You may also like
Slide 1 of 10
DeaSea  cover
Leona[Hiatus] cover
My True Love cover
Permen Kaki Aya (Tamat) ✓ cover
Just You cover
Friendlove cover
KEPINCUT BRONDONG  cover
The Game cover
D U D A cover
AKSARA cover

DeaSea

40 parts Complete

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫