KAZERA

KAZERA

  • WpView
    Reads 777
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 26, 2018
Hari itu, dunia terasa berhenti berpihak padanya. Bahkan cuacapun tidak mendukung perasaannya yang hancur. Bagaimana tidak? Ia harus mengetahui sendiri penyebab Dan-orang yang ia sayangi, berhenti bersikap seperti biasanya. Nafasnya memburu dan dadanya terasa begitu sesak melihat siapa yang kini tengah mengusap keringat kekasihnya. Bagaimana bisa? Dan begitu mudah menghempaskan perasaannya. Dia tau kekasihnya ini memang digemari banyak perempuan. Tapi biasanya, Dan akan menolak perlakuan mereka dan hanya menerima perlakuan darinya. Jadi, untuk berapa lama ia akan mematung di sini? Apakah sampai semua orang melihatnya dan menertawakannya? Tidak! Tentu saja tidak. Ia tidak mau mati berdiri hanya karena melihat pemandangan ini. Ia harus menemui sahabatnya dan menangis dipelukan mereka. Kazera-pun berlari di koridor yang sepi. Mengapa? Tentu saja ia tidak mungkin berlari di koridor yang ramai dengan mata berair. Sampai tak butuh waktu lama baginya untuk menabrak seseorang yang tengah memegang minuman. "BAKAA!!" Lelaki tersebut menggeram marah melemparkan minumannya sembarangan lalu menarik tangannya. Membawa dan menghempaskan tubuh mungilnya pada tembok, membuat tubuh Kazera mengerang kesakitan. "APA MAKSUDMU HAH?!!" teriak lelaki itu. Dengan mata berair, Kazera mencoba untuk mendongakkan kepalanya. Hingga black brown bertemu dengan sapphire. "Gomen.. A-aku tidak sengaja." "HEH!! KAU PIKIR MUDAH SETELAH KAU MENGOTORI JERSEYKU!!" bentak lelaki itu membuat Kazera kembali meminta maaf. Tapi tanpa sempat Kazera berkata, lelaki itu malah menarik dagunya. Berselang beberapa menit sampai Kazera merosotkan tubuhnya dan terjatuh. "Kau semakin merusak hariku, perempuan sialan!" maki lelaki itu lalu pergi meninggalkannya. [Aku tidak pintar mendepskripsikan cerita. Jadi, Prolognya ku taruh di sini. Hehe]
All Rights Reserved
#20
ceritapenggemar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • No More Chance [GaaSaku | SasuSaku] 🔞
  • Move On?
  • THE TIME
  • You Are Only Mine
  • Your Soul "Chapter 2"
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • Naruto : A Good Father
  • I'M SORRY SAY GOOD BYE SASUKE...? (SELESAI)
  • Naruto : Power To Heal And Destroy

GaaSaku Fanfiction [AU/Modern] Story © Scorpion, 2025 Erotica Book Warning: Rough sex, Exhibitionism, and BDSM [Bagian ini hanya akan di post di Karya Karsa] ••• Naruto © Masashi Kishimoto Pict © Pinterest Edit © Scorpion ### Tidak semua hal layak diberi kesempatan kedua. Bahkan jika pun darah daging menjadi pengikat kuat sebuah alasan untuk merajut ulang hubungan yang telah kandas. -- Begitulah yang ada dalam pikiran seorang Haruno Sakura. *** "Dulu ... aku menyalahartikan kekaguman sebagai rasa cinta. Aku bertahan denganmu, pun kurasa tidak lebih dari sebuah komitmen pernikahan yang ku hormati." "..." "Membiarkanmu hidup ... itu juga bagian dari komitmenku memberikan putriku rumah untuknya pulang, jikalau suatu hari dia muak hidup dalam kegelapan bersamaku dan Gaara." Jeda sejenak. Sakura kemudian mengacungkan pistol ke arah Sasuke yang berdiri beberapa langkah di depannya, bersama anggota keluarga Uchiha lainnya di belakang sana. "Dan sekarang aku menyesali keputusan keduaku itu," ucapnya seraya tersenyum getir. "Karena ulahmu -- karena ulah keluargamu ... aku kehilangan anakku yang lain." "..." "Jadi aku akan membuat ini setimpal ... Sasuke." Dan detik berikutnya, Sakura menggerakkan telunjuk lentiknya untuk menarik pelatuk pistol dalam genggamannya. ### Adaptasi dari twoshoot berjudul 'Not Your Typical Regret Story' dari book [Symphony of Blossoms]

More details
WpActionLinkContent Guidelines