Story cover for Percik Mega by manfrza
Percik Mega
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 03, 2018
Kita tidak tau akhir dari sebuah kisah.
Kita tidak bisa menebak-nebak apakah kisah ini berakhir luka atau bahagia.

Disini akan dikisahkan tentang, dimana bahagia dan luka hadir disaat yang sama, membuat kisah yang tak pernah kita duga.

Dari Mega untuk Matahari dan Bulannya.

~Alfara Mega Ivelia
~Aga Surya Syailendra
~Candra Revaldo
~Mika Devasya
~Soraya Naina Amanda
All Rights Reserved
Sign up to add Percik Mega to your library and receive updates
or
#40mega
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Awan Abu-Abu [END] cover
LOVE IN THE SKY (LUNAR ECLIPSE) cover
Sorai cover
GREY [Fiksi Remaja] cover
ALETHA ( Completed ) cover
Langit untuk Asa cover
Langit Menanti Senja[Completed] cover
Bulan Matahari cover
Halaman Terakhir Untuk Gara [END] cover

Awan Abu-Abu [END]

29 parts Complete

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni