With the Baby

With the Baby

  • WpView
    Reads 266,629
  • WpVote
    Votes 13,462
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 6, 2020
Highest rank that achieved : #1 on Run (190130) #1 on Runaway (190102) #1 on Heartwarming (190110) #3 on Run #1 on Parents Autumn Tiffany Scott, yang baru saja diusir dari apartemen lamanya- kini mendapatkan kamar baru di rooftop sebuah apartemen murah di pinggiran Kota New York. Ia baru saja selesai mandi, ketika ia menyadari bahwa seorang lelaki tampan dan tak berbaju tengah tidur di atas kasur miliknya. "What the hell! Ini kamarku!" Dale Winter, seorang anak dari salah satu konglomerat terkaya di dunia. Kabur dari rumah besarnya dan mencari tempat persembunyian yang unexpected bagi keluarganya. Disaat ia tidur dengan lelap, ia terbangun karena pukulan bantal dari seorang gadis yang hanya memakai handuk. "Wha- Siapa kamu?!" Dan suatu ketika, mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang bayi laki-laki yang disimpan -entah oleh siapa- di depan kamar mereka.
All Rights Reserved
#32
heartwarming
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Chasing Memories
  • Satu Atap, Satu Hati
  • The Accidental Parents (Tamat)
  • Romansa Remaja Satu Atap (END)
  • Hi, Baby.✔️ (revisi)
  • Tetangga Samping Rumah

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines