Me And BadBoy

Me And BadBoy

  • WpView
    Reads 648
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 18, 2021
Rafa menyodorkan satu tangkai bunga berwarna merah "for you" ucapnya, dengan senyum sejuta volt. "Lo pikir gue kuburan?!" Nancy mengangkat sebelah alisnya sambil melipat tangannya didepan dada. "Hah?" Nancy mengangkat bunga berjenis mawar tersebut lalu melempar pelan kearah pria berjambul didepannya itu, menyebabkan bunga itu tergeletak diatas meja yang sedang mereka gunakan sekarang. Rafa mengusap tengkuknya pelan, maksud hati membuat perempuan dihadapannya tersenyum merona nyatanya tak sesuai ekspetasi "Gue lupa kalo Nancy itu beda" ucapnya dalam hati.
All Rights Reserved
#135
smart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • ROSES (GET LOVE) by Dhedi [END]
  • Ali Arkhan
  • DRABIA [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Love From Coercion
  • TOXIC Relationship

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines