Gadis Penjual Mimpi

Gadis Penjual Mimpi

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 7, 2018
WpInfo
Non-Fiction
"Apa kamu mau membeli mimpi ? " Tanyanya lagi. Mungkin mengira aku tidak mendengarnya. "Mimpi ? " Gadis itu mengangguk mantap. " Aku menjual banyak mimpi. Kamu hanya tinggal memilih mau mimpi yang mana." Aku semakin melongo mendengar jawabannya. Dalam benakku terlintas pertanyaan. Apakah mimpi bisa di perjual belikan? *** Langsung baca ceritanya aja yu !
All Rights Reserved
#187
gadis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • dimana janji tersebut
  • GEVRONZ
  • ALVANSA [Completed]
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • DREAM
  • Ongoing Delusions
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Paper Hearts
  • Love Behind Fame [END]

"gue benci lo nay" ujar lasya menatap penuh amarah ke arah shanaya yang sedang di gendong oleh aksa menuju uks. tanpa sengaja naya melihat ke belakang dan melihat lasya sedang menatap mereka dengan mata tajamnya itu. 💫 "ayah janji ya, jangan lupain aku. dan ayah harus ingat kalau anak ayah yang asli itu shanaya Cherrye elvander. aku dan anak itu beda marga yah" pak el mengangguk tersenyum lebar dan mengelus kepala anaknya "iya ayah janji" "janji tetaplah janji, dan janji tidak akan bisa untuk di ingkari yah" pak el mengangguk. 💫 " aku ga akan pernah suka sama kamu sa, jadi tolong cari cewe lain yang lebih sempurna dari aku ya sa" ucap shanaya membenarkan pony rambutnya " menurutku kamu itu udah lebih dari sempurna nay" 💫 "jangan tinggalin aku ya nar, sekarang aku hanya punya kamu. kalo kamu ninggalin aku, nanti aku kesepian" "iya, aku janji" mereka berjanji dan berpelukan. 💫 "kenapa kamu jahat, kamu bilang kalau kamu suka aku. tapi kenapa setelah kamu pergi dan akan kembali, kamu harus pergi juga" "kenapa kamu merenggut nyawa kekasihku laut, dia salah apa" "kalo kamu merebutnya, aku tidak punya rumah. rumah yang tadinya utuh sekarang harus roboh lagi" "kamu juga. kan kamu juga sudah berjanji untuk kembali ketemu aku, tapi sekarang aku harus kehilangan kamu untuk selamanya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines