Story cover for Perforce by Shopiaaa_
Perforce
  • WpView
    Reads 213,405
  • WpVote
    Votes 16,054
  • WpPart
    Parts 41
  • WpView
    Reads 213,405
  • WpVote
    Votes 16,054
  • WpPart
    Parts 41
Ongoing, First published Jan 04, 2018
#BJPW


#1 in #aliprilly [05.06.19]
#14 in #bjpw [06.06.19]
#137 in #happy [07.06.19]



Dipaksa untuk mencintai seseorang yang baru di kenal karena suatu kejadian yang tak sengaja terjadi. Kejadian yang membuat  'dia'  seseorang yang berparas tampan dan arrogant dengan baik hati mengantarkan pulang ke rumah karena sebagai bentuk  'tanggung jawabnya'  akibat kecerobohan yang tak sengaja ia lakukan.


'Terpaksa' karena kondisi perekonomian yang sangat berkecukupan membuat  'Ibuku' memaksaku untuk mendekati pria yang bernama  'Ali' itu.


Aku tertekan untuk memenuhi keinginan  'Ibuku' . Rasanya aku tak tega harus mempermainkan perasaanya hanya demi mendapatkan suatu kebutuhan yang diinginkan  'Ibuku' . Aku tak mau harus menjadi wanita material yang hanya bisa memoroti hartanya.

"Maafkan aku Ali, aku Terpaksa Karena Ibuku."
All Rights Reserved
Sign up to add Perforce to your library and receive updates
or
#580ali
Content Guidelines
You may also like
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
You may also like
Slide 1 of 10
OMBROPHOBIA cover
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅ cover
ANNOYING GIRLFRIEND ( Completed )  cover
CERITA KITA cover
Affair With You [Season2] cover
SORRY cover
Suatu Hari Nanti cover
Belatedly Love You 1 & 2 cover
Stay (Away) cover
SEWINDU cover

OMBROPHOBIA

37 parts Complete

⚠️CHAPTER GENAP DI CERITA INI DI PRIVATE⚠️ [COMPLETED] "Cowok nyebelin kayak lo ternyata mengidap ombrophobia, ya? Bisa turun deh pamor lo, kalo satu sekolahan tau," ujar Prilly sambil tertawa mengejek meninggalkan Ali dalam keadaan meringkuk kedinginan di tengah derasnya hujan. Setelah Prilly melangkah pergi menjauh, dalam hatinya ada rasa tak tega meninggalkan Ali yang sedang melawan phobianya. Prilly dapat melihat jelas betapa takutnya Ali saat mendengar suara petir dan halilintar menyatu, ditambah lagi tetesan air hujan yang turun deras. Kemudian, Prilly berbalik dan berlari sekencang mungkin menghampiri Ali yang meringkuk bagai janin di tepi jalanan. Prilly melepas rompinya sigap dan segera memayungi Ali dengan rompinya. Semenyebalkan apapun Ali padanya, tetaplah Prilly tidak tega melihat ketakutan besar dalam bola mata Ali. Siapa yang menyangka Ketua OSIS rupawan dan idaman banyak orang, ternyata mengidap ombrophobia? Dan yang mengetahui hal itu hanyalah Ratu Tukang Bully. Entah apa yang akan terjadi hari esok saat Prilly mengetahui Ali mengidap ombrophobia; ketakutan besar pada hujan. Mungkinkah esoknya Ali akan menjadi target bully-an atau malah Prilly akan selalu melindungi Ali dari hujan? Karena bagi Prilly; Saat hujan, kenangan dan harapan melebur menjadi satu. Ikuti kisah selengkapnya..!