Sebuah Kata

Sebuah Kata

  • WpView
    Reads 3,829
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 3, 2019
#33 in Kisahremaja (29-05-2018) [SEDANG DALAM PROSES REWRITE] Anindyra Khairin merasa hidupnya tidak akan pernah lagi lebih baik daripada kehidupan sebelumnya. Gadis itu merasa, semua kebahagiaan sudah direnggut dan ia tidak akan pernah layak merasa yang namanya bahagia. Sudah sangat lama, namun semua kejadian-kejadian permulaan kehancuran itu tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Dan Anindyra sadar satu hal, hidupnya selalu berujung pada sebuah kesakitan. Bagi Ikbal Pradipta, hidup adalah sesuatu yang harus disyukuri. Karena tidak ada alasan apapun yang membuat manusia harus menganggap kehidupan sebagai bentuk kesialan. Hidup membuat banyak warna berbeda bagi Ikbal. Dan semua warna itu membuat Ikbal Pradipta merasa hidupnya memang berbahagia. Membuatnya lupa akan satu hal, kehidupan selalu berimbang. Tidak akan pernah hidup berbahagia selamanya, untuk apa hidup hanya diisi terus dengan kebahagiaan kalau kata duka, sedih dan sakit tercipta? Kisah ini aku tulis untuk beberapa orang yang sering merasa putus asa. Kamu tahu, masalahmu tidak akan pernah lebih berat melampaui kemampuanmu. Kamu hebat, juga kuat! Semangat. With love. A. x - started on January 20, 2018 - *** Copyright@2018 by @suaramembiru
All Rights Reserved
#310
goodboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENNIES
  • Juan [REVISI]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Bahagia & Luka (END)
  • Problem [REVISI]
  • ATHALARIQ
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (COMPLETED {MASA REVISI})
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Sejenak Luka
  • GHOSTING [TAMAT]
DENNIES

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines