We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KENANGAN
  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Mutiara Lika Syafira atau biasa dipanggil Lika, adalah seorang gadis tomboy dan ceria. sampai suatu saat dia jatuh cinta dengan Fino, teman masa kecilnya. Tapi suatu saat Lika diharuskan melupakan pujaan hatinya itu. Akankah lika dapat melupakan Fino ?? ♤♤♤ Selamat tertawa, tersenyum dan menangis🍃
All Rights Reserved
#26
fino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • DEAR SERA [ENDING]
  • Diary Raka [Selesai]
  • AGRATA
  • Gadis Kesayangan Fian (Rombak Bentar)
  • A L U N A [END]
  • Behind This Happines [END]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Sorry, I love you ✔
  • Dear Baskara [End]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines