Three Bad Boys

Three Bad Boys

  • WpView
    Reads 242,377
  • WpVote
    Votes 12,342
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 11, 2018
(BELUM DI REVISI, MAAF JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN) Mungkin cerita ini gak sebagus Dear Nathan, gak sekeren My Ice Girl, gak semenarik Mariposa, gak semenakjubkan MeloDylan, gak se-amazing SIN, gak sebaik Darka, gak se-wow Artha, dan gak se-booming Dilan 1990. Tapi, dede cuma mau ngasih tau kalo cerita ini lahir dari imajinasi dede sendiri. Kalo ada kata-kata yang kurang berkenan, tolong diambil yang baiknya aja ya yang buruknya jangan ditiru. Cerita ini dibuat sebatas untuk hiburan dikala waktu senggang, semoga kamu bisa menikmatinya. Blurbnya gitu aja, gak usah panjang-panjang karena capek ngetik. Terlalu malas olahraga jari hehehe. -Dibuat pada tahun 2018-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Simple LOVE [Completed]
  • LANGIT & BULAN
  • KETOS i'm sorry ! [Complete]
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Abarasha [End]
  • Milova
  • KEKI [Sudah Terbit]
  • ROLANDA (√)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

"Arjun terus yang dipilih. Kapan lo milih gue?" tanya Ragas dengan kesak sambil menatap Ralin. "Kalo Arjun ajak lo ke kantin lagi, apa lo bakal nolak?" "Oh ya nggak mungkin gue tolak dong. Arjun ngajak gue ke kantin? Berduaan? Makan bakso? Dan gue dengan bodohnya nolak itu?" Ralin tersenyum remeh kepada Ragas. "TAPI GUE JUGA MAU." Ragas membalas ngotot. "GUE YANG NGGAK MAU!" "Lo nyadar nggak sih kalo gue cemburu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines