Three Bad Boys

Three Bad Boys

  • WpView
    Membaca 242,377
  • WpVote
    Vote 12,342
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadLengkap Sen, Jun 11, 2018
(BELUM DI REVISI, MAAF JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN) Mungkin cerita ini gak sebagus Dear Nathan, gak sekeren My Ice Girl, gak semenarik Mariposa, gak semenakjubkan MeloDylan, gak se-amazing SIN, gak sebaik Darka, gak se-wow Artha, dan gak se-booming Dilan 1990. Tapi, dede cuma mau ngasih tau kalo cerita ini lahir dari imajinasi dede sendiri. Kalo ada kata-kata yang kurang berkenan, tolong diambil yang baiknya aja ya yang buruknya jangan ditiru. Cerita ini dibuat sebatas untuk hiburan dikala waktu senggang, semoga kamu bisa menikmatinya. Blurbnya gitu aja, gak usah panjang-panjang karena capek ngetik. Terlalu malas olahraga jari hehehe. -Dibuat pada tahun 2018-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Simple LOVE [Completed]
  • Abarasha [End]
  • KEKI [Sudah Terbit]
  • Milova
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • ROLANDA (√)
  • KETOS i'm sorry ! [Complete]
  • LANGIT & BULAN

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan