Story cover for Flower by zapotaes
Flower
  • WpView
    Reads 782
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 782
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Jan 05, 2018
Teen fiction - Fantasy


Sesak
Mungkin itu yang aku rasakan setiap kali melihat pria bermanik biru laut itu. Ia sangat mirip dengan pria yang selalu aku nanti. Pria yang masuk kedalam hatiku, kedalam setiap sel otaku lalu mengunci dirinya sendiri disana, menutup setiap celah yang ada seakan hanya ialah yang boleh ada didalamnya. Sehingga akupun rela jika harus menunggu dirinya kembali meskipun menghabiskan sisa usiaku..

Audrella..
***


Dejavu
Mungkin itu kata yang tepat setiap kali aku melihat gadis bermanik biru terang dengan air muka yang selalu cerah itu. Menyaksikan tingkah konyolnya yang tak terasa asing bagiku seakan aku pernah menyaksikannya sebelumnya. Tapi, semakin aku berusaha mengingat semakin sakit rasanya. Kepalaku seakan hendak meledak. Itu sangat sakit hingga aku memilih tuk menyerah, berharap waktu yang akan mengembalikan memoriku..

Erzaquen Momero..
***
All Rights Reserved
Sign up to add Flower to your library and receive updates
or
#414jahil
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
APRIL cover
Stay (Completed) cover
Dusk In Your Eyes cover
KEPERGIAN SENJA cover
DLS [ 2 ] Ansellina  cover
LOVE STORY QIANARRA cover
Imaginary Boyfriend cover
Aderaga [ON GOING] cover
ZIELIA cover
Arabella[END] cover

APRIL

15 parts Complete

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"