You're My Savior

You're My Savior

  • WpView
    Reads 34,629
  • WpVote
    Votes 825
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 3, 2017
Florentia Agatha. Cewek aneh dan penyendiri yang berhasil menarik perhatian James, asisten dosen yang cukup tampan dan memiliki banyak fans. Siapa sangka pertemuan yang tidak terduga menjadi masalah yang besar buat Floren? Apa yang terjadi sebenarnya? "Cowo jomblo yang bikin ngakak bin ngocol, Kenapa didunia ini ada orang kek dia? Luarnya sok-sok jutek padahal aslinya bikin ngakak. Asisten dosen yang paling kocak deh. Tapi selain kocak, dia annoyingnya tingkat dewa. Heran gue kenapa ada orang macem dia. Eh gue uda ngomong gitu brapakali?" - Florentia Agatha. "Cewek aneh. Cewek ngeselin. Bikin image gue ancur mulu. Kenapa didepan dia image gue yang cool ini langsung jatoh? Nyokap bokapnya ngasi makan apa coba? Anyway, dia sih cantik. Tapi tertutupi dengan sikap dia yang aneh. Hal yang gak lucu bisa bikin ketawa sedangkan hal yang lucu dia ketawa macem tarzan. Freaky girl." - James Kevin.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • 41 HARI
  • sorry, flora..
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • FAKE NERD: Transmigrasi Flo
  • Curious Aku(t) [COMPLETED]
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  •  CLARLEX

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines