We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cold Man & Bad Girl

Cold Man & Bad Girl

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dilema. Satu kata yang patut diucapkan teruntuk para pemendam rasa. Disatu sisi, jika kamu memendamnya kamu akan dihantui dengan rasa egois karena memendam rasa yang seharusnya kamu berikan untuknya. Disisi lain, jika kamu mengungkapkannya justru akan merusak segala yang sudah ada dan tertata. Semua akan terasa indah bila sanggup mempertahankan perasaan tanpa takut adanya sebuah kekecewaan. Namun, dibalik semua keindahan itu akan ada rasa sakit yang menimpa ketika orang yang kamu cintai tidak bisa kamu raih perasaannya. Bahkan tidak sedikitpun dia tahu bahwa kamu adalah orang yang memiliki perasaan terhadapnya.
All Rights Reserved
#725
akhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • relationship syllaa
  • After he left
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Hatiku Tertambat, Cintaku Tumbuh [End] √
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Sebelum Pagi
  • You Are Different In My Eyes
  • DERSIK

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines