Takdir Cinta

Takdir Cinta

  • WpView
    Reads 1,045
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kalian pasti pernah merasakan jatuh cinta Itu sudah sangat pasti Sama seperti Aisyah yang mencintai Sofa Namun,mencintainya bukan berarti harus merasakan berpacaran Kalian pasti tau.. Mendung bukan berarti akan turun hujan Begitu juga dengan pacaran yang berarti akan dinikahi Tidak maukan kita menjaga pacar kita dan ternyata dia jodoh orang lain? Itu adalah salah satu alasan Aisyah mengapa tidak berpacaran Bukan hanya itu.. Masih banyak lagi alasanya Karna agama islam memang melarangnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menjemput CintaMu   (Allah, Aku & Dia)
  • that woman made me👅💦   (JAX PENA)
  • Istri Kecil Gus Rayyan
  • Assalamualaikum Jodoh
  • finally mate also
  • Nikah Muda& Otak Mesum
  • KEYVARA (Revisi)
  • My Sweet Husband [SELESAI]
  • Masjid Agung Kiai Ma'sum

Tiada keganjilan dalam mencinta selain mencintai manusia lebih dari kadarnya. Porsi cinta untuk Allah tentunya harus lebih besar; maka itu cinta diturunkan agar manusia selalu bersyukur; mulai dari mencintai apa-apa yang telah Allah berikan hingga mampu memberikan cinta kepada hambaNya yang lain agar orang tersebut semakin bersyukur karena dicintai. Salah, jika mengatakan bahwa mengungkapkan kata cinta itu tak lazim. Rasullullah SAW saja selalu memberikan kehangatan dan mengekspresikan cinta pada isteri-isterinya, terutama Aisyah. Beliau selalu memberi Aisyah kehangatan dan ini termasuk dalam penyempuranaan ibadah di dunia. Allah berjanji apabila ada hambaNya yang melakukan kebaikan dengan berusaha memelihara kasih sayang dan menjaga cinta antar mereka karena Allah, Allah akan semakin mendekatinya. Begitulah kekuatan cinta bermain andil sangat penting dalam kehidupan manusia; bukan hanya di dunia namun menembus akhirat. Semenjak pertemuannya dengan Syeikh Rahmat, hati Arsyad terbelah menjadi dua; di satu sisi serasa mantap dan yakin, di sisi lain meragu. Yang buatnya meragu adalah; mendahului ketentuan Allah. Kemudian ia berfikir kembali "bagaimana jika perkataan Syeikh Rahmat merupakan sebuah petunjuk? Mungkinkan ia diutus oleh Allah untuknya agar sadar betapa dekatnya jodoh itu? Keduanya mempunyai tujuan yang sama; menjadikan wanita bernama Adeeva sebagai istri kelak. Hanya saja, apakah melalui hati yang lebih dulu meraih impian Arsyad? ataukah rasio yang berkata bahwa masuk akalkah menjemput jodoh yang sudah nyaris menjadi jodoh orang lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines