We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rumit
  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hara bingung. Kenapa Raka, kakak kelasnya yang terkenal misterius bersikap ramah padanya dan mulai mendekatinya. Dia tidak mau kepedean dulu, walaupun teman-temannya selalu meyakinkannya bahwa laki-laki itu menyukainya. Walaupun sejujurnya, dirinya hampir saja terbawa perasaan. Hara sangat bersyukur saat dirinya disadarkan. Satu kejadian itu membuat Hara menyadari bahwa laki-laki itu mendekatinya bukan karena menyukainya, tapi karena laki-laki itu membutuhkannya. "Mau pulang bareng gue?" Dan ntah kenapa, Hara ingin membantu Raka. "Ayo," Rumit ©kvinnaire
All Rights Reserved
#5
stoppenindasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Game Over: Losing Control
  • Tulisan Sastra✔
  • Bara
  • Imperfect
  • diagnosis hati
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • RAKA
  • It Was Always You
  • AlAz  (end)

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines