Davara

Davara

  • WpView
    LECTURAS 140
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ene 8, 2025
"Gua bakal kejar lo, bahkan ke ujung dunia sekalipun!" ucap Dava dengan lantang. Suara lantang Dava menggema di koridor kelas 11 MIPA 5 yang menjadi kelas gadis yang ia kejar sejak akhir semester kelas 10 lalu. "DASAR GILA!" "Gua gila gara-gara lo!" ucap Dava sekali lagi, dan itu cukup mampu membuat pekikan histeris dari kaum hawa yang melihat aksi Dava tersebut.
Todos los derechos reservados
#124
wattpadoriginal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Arunika
  • Diano Dan Aila
  • Sweet Combat
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
  • Love Race (REVISI)
  • Cowok cuek dan Cewek jutek (SELESAI) [PROSES REVISI]
  • 𝐀𝐍𝐆𝐊𝐀𝐒𝐀
  • DAVARA
  • Dimas & Dara [On going]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido