ARSYANDIE

ARSYANDIE

  • WpView
    Reads 163,797
  • WpVote
    Votes 12,380
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 17, 2019
•Sequel Marrying My Enemy• "karena yang ku tau, cinta itu buta." Arsya tak pernah sedikitpun berpikir kalau masa remajanya akan jadi seperti saat ini. Hidup bersama keluarga yang sangat menyayanginya. Meskipun ia tau, kalau dirinya bukanlah anak kandung dari Al dan Keshia, hal itu tak akan pernah membuatnya minder sedikitpun. Masa remaja Arsya kini lebih berwarna, karena semenjak duduk di kursi SMA, Arsya jadi mengenal cinta. Dari yang sebelumnya senang menyendiri, ia berubah jadi ingin mengenal wanita. Namun, siapa sangka, bahwa gadis yang diinginkan Arsya justru menginginkan sosok pria lain? Arsya pun berpikir, apakah cinta pertama selalu seperti ini? Arsya yang mencintai gadis itu dan gadis itu mencintai pria lain. Apakah Arsya harus memilih untuk masuk ke dalam cinta segitiga? Atau Apakah Arsya harus merelakan dan melupakan? A story by Puccapicca Copyright ©2018
All Rights Reserved
#75
fall
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • DIVIDED LOVE
  • ARKASYA
  • We Were We Are
  • Cinta & Air Mata✔️ (SELESAI)
  • MEISYA
  • ELINA
  • ARSEN (END)

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

More details
WpActionLinkContent Guidelines