Raga bukannya benci, hanya risih.
Raga bukannya anti perempuan, hanya malas bertemu Raina.
Raga bukannya pelit, hanya sedikit hitungan dengan Raina.
Dia bukannya iri, hanya saja, sedikit merasa cemburu.
Raina bukannya kegatelan, hanya mau berteman dengan Raga.
Raina bukannya modus, hanya ingin melihat Raga tersenyum.
Raina bukannya naksir, hanya suka menjahili Raga.
Dia bukannya kesal, hanya saja, mungkin seperti pernyataan terakhir Raga.
Intinya, Raina suka semua hal berhubungan dengan Raga. Dan Raga kebalikannya. Bukan benci, Raga tak punya alasan untuk membeci Raina. Tapi ia punya 1000 argumen untuk risih terhadap Raina yang selalu membuatnya naik darah. Dan lebih sabar pastinya.
|| First update: Saturday, January 6 2018 ||