Kita Ini Takdir

Kita Ini Takdir

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam legenda masyarakat di Cina, semua manusia dipercaya memiliki benang merah yang terikat di kelingkingnya dan terhubung ke kelingking satu orang sebagai takdirnya. Sama seperti kita yang berjauhan, berputar-putar dan terlihat mustahil untuk bersama awalnya. Tapi jika Tuhan telah berkata bahwa kita ini takdir, kita bisa apa?
All Rights Reserved
#456
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Akai Ito - 赤い糸 (Complete)
  • Red String [Yizhan]
  • Because of Love (Yizhan)✅
  • Destiny Of Love𓊈COMPLETED𓊉
  • The Red String of Fate (Cai Xu Kun)
  • Kayla dan Rahasia
  • Single Moms (End)
  • Rêverie
  • Youre My Destiny✅
  • Red String

"Apakah kalian percaya takdir?" tanya Raka. Dua gadis kecil di sampingnya hanya terbengong mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Raka. Seorang gadis kecil dengan rambut sebahu dan pita kecil yang menghiasi sisi kanan rambutnya itupun menjawab. "Aku percaya Raka. Aku percaya bahwa takdir itu ada sama dengan bagaimana aku percaya bahwa Allah itu ada. Suatu saat nanti jika kita bertiga nantinya terpisah jauh dalam waktu yang lama dan kemudian kita di pertemukan lagi itu berarti takdir yang Allah gariskan memang seperti itu," jelas Naura. "Aku tidak sependapat denganmu," jelas Raysa. "Kenapa?" keduanya baik Raka dan Naura pun menoleh mendengan penuturan gadis dengan rambut ikal itu. "Menurutku itu bukan takdir hanya kebetulan saja,"tutur Raysa. "Menurutmu begitu?" tanya Naura tapi yang ditanya tak menjawab dan hanya menggelengkan kepala saja. "Kalau kau Raka?" "Aku... Kalau aku percaya dengan takdir sama sepertimu. Menurutku manusia di dunia ini terhubung oleh benang merah takdir. Begitu pula jodoh, kita terhubung dengannya oleh benang merah takdir...," jelas Raka. Mereka bertiga pun terdiam dalam pemikirannya masing-masing sembari menatap senja di atas cakrawala yang tak berbatas. Ketiganya berpisah saat orang tua mereka memanggil nama mereka dan mengajak mereka pulang ke rumah masing-masing. Ketika malam menjelang sebelum tidur Naura membuka bantal tempat ia berbaring. Ada sebuah gelang kecil seukuran tangannya yang terbuat dari benang berwarna merah. "Apakah itu maksudnya kamu menyelipkan benang ini di sini.....," gumam Naura sembari menatap gelang yang kini berada di genggamannya sebelum akhirnya dia tertidur lelap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines