Sandra
  • WpView
    Membaca 145
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 14, 2018
Memandanginya dari jauh, ikut tersenyum saat dia bahagia, itu sudah Sandra lakukan lebih dari lima tahun yang lalu. Menurut Sandra Meysha Adela, mencintai secara diam-diam itu lebih baik. Dibanding mencintai secara terang-terangan tetapi tak terbalaskan atau tak bertahan lama. "Jangan terlalu fokus memperhatikan dia yang semakin menjauh, dia tidak akan berbalik lagi ke belakang. Coba lihat sampingmu. Disini ada yang lagi menunggumu." 'Yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh.'
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Fall of Ladykiller
  • Skysha
  • Guard Your Hearts
  • Pangeran Kutub
  • UNCERTAIN
  • From a friend to lover?
  • Paper Plane
  • My Heart
  • Stupid Cupid
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

"Pernah gak lo kepikiran persahabatan kita bisa berubah ke arah lain?" Itulah yang ada dalam pikiran Annabeth selama beberapa hari ini. "Arah mana? Utara, selatan, barat, timur?" Lelaki itu tertawa dengan seenaknya menganggapnya lelucon. *** Bukan salah Elang jika dia selalu menjadi incaran para gadis di sekolahnya. Berbekal wajah tampan dan nama belakang Sabhara, memang siapa yang berani menolak dirinya? Selain Annabeth, tidak ada lagi gadis yang mampu menghindar dari pesonanya. Gadis jutek yang lebih menyukai hidup dalam imajinasinya pada buku-buku miliknya. Teman karib Elang sejak kecil yang sangat tahu baik dan buruk lelaki itu. Kisah mereka berubah saat Angkasa dan Ayunda masuk ke dalam lingkaran persahabatan keduanya. Menyadarkan satu hal yang sebenarnya sudah sangat terlambat. SEQUEL ANTARIKSA! ❎ DILARANG COPAS ALIAS COPY-PASTE ❎ CERITA ASLI DARI AUTHOR BUKAN PLAGIAT

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan