Gadis Mata Batin

Gadis Mata Batin

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 26, 2018
Aku gadis Tuna Netra. Namaku Giandra. Aku dilahirkan oleh seorang pasangan suami istri yang sama-sama memiliki keterbatasan fisik, aku anak ketiga dari 5 bersaudara. Ketidakmungkinan ini tentang apa yang aku inginkan, aku selalu berusaha dan berdoa semoga semua kehidupan yang menyapaku kelak menjadikan kehidupanku bersama kelurgaku yang indah. Tidak ada rasa egois dan rasa pilih kasih. Aku hanya iri saja, kepada mereka yang hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka sampai aku tidak bisa tidur memikirkan hal itu. Semua berawal sejak aku umur 7 Tahun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • AFKARA [END]
  • Secret Destiny
  • KELUARGA FATAMORGANA (SLOW UPDATE)
  • Arshaka Heizen Lergan
  • BINA
  • Just Me & My Dad(TAMAT)
  • Shattered Soul
  • Secarik Luka [Complete]
  •  HAZELA
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines