CRYSTAL STOPPER

CRYSTAL STOPPER

  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 15, 2018
"Kamu masih milik-ku! Tidak akan ada yang bisa mencuri kristal berharga milik-ku, sepercik apapun itu tetap milik-ku!" Ucap nya dengan rahang sedikit mengetat, hidung nya kembang kempis, dada bidang ber-ototnya naik turun lantaran ritme nafas yang tidak bisa di atur karena emosinya meledak. Tiga kali sudah ia menyebutkan kata 'milik-ku' pada wanita itu Sayangnya, semua itu hanya ucapan layaknya abu yang ber-terbangan. Ucapan itu tidak akan bisa meluluhkan hati seorang Racinta Anatasia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adka Is BABY [FemDom]
  • Way Back Home
  • Rindu
  • HUSBAND [END]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Crush On Bad Girl || Jay
  • SAD WIND [completed]
  • Tempat Pulang: Cerita Cristal & Arka
  • The Billionaire's Bride | END
  • Meant For Me

ᴄʜɪʟᴅɪsʜ ʙᴏʏ sᴛᴏʀʏ 𝟸 Adka Frederick itu : -Manja -Cengeng -Pintar -Ceria -Sok keras -Lucu dan tampan -Bayik gede! Sebaliknya Natasyan Karla itu : -Dominan -Keren -Mandiri -Pintar -Cantik -Suka jahilin Adka! __________ "Karla~ aku pinjam bahunya sebentar~" Adka merengek manja, matanya luyu dan beberapa kali mengedip. "Buat apa?" Adka tersenyum manis walau dengan mata yang sudah mengantuk. "Aku kepengen bobok... boleh ya?" Matanya memelas. Karla menggelengkan kepalanya tanda tak mengizinkan. "Ngg... Kenapa?" Karla hanya diam tanpa menjawab. Ia menampilkan wajah datar dan menyeramkan. Membuat lelaki di sampingnya itu menciut. "Karla, aku ngantuk tau!" Sedih banget dirinya di tolak begini. "Kamu bisa sandaran di bahu mami Ila." "Gak mau!" "Yasudah, jangan bobok kalo gitu." "Karla~" "Naon sih?" "Sandaran yaa? Boleh kan? Boleh dong!" Lelaki itu segera memeluk bahu sempit milik Karla dan bersandar di sana sembari memejamkan mata. "Apa sih peluk-peluk gini? Sesek tau!" "Bodo amat, tau! Adka tuh mau bobok! Karla diem aja deh." Pada akhirnya Karla hanya bisa pasrah. Punya pacar manja sok keras kayak Adka memang melelahkan, namun sikapnya itu lah yang membuat Karla nyaman dan ingin menjahili Adka terus-menerus. Eh, gimana ya kalo Adka di jahilin dengan embel-embel kata putus? Seru deh pasti!

More details
WpActionLinkContent Guidelines