Plötzlich

Plötzlich

  • WpView
    Reads 1,231
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 17, 2018
"Kata orang, cinta itu indah. Namun, aku tidak pernah merasakannya. Apakah cinta hanyalah mitos bagiku?" -Rebecca Kesha. Terlahir di keluarga yang bermasalah, membuat Kesha membenci cinta. Ia benci saat melihat Bunda menangis karna seorang lelaki. Untungnya, hatinya pun berhasil luluh, ia mulai merasakan indahnya cinta. Namun itu hanya sementara, itu membuatnya bertanya-tanya. "Apakah cinta adalah mitos?"
All Rights Reserved
#306
unexpected
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Together ✓[COMPLETED]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • RAJAWALI
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • DAVARA

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines