Rancu
  • WpView
    Reads 3,427
  • WpVote
    Votes 423
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 5, 2022
: : : 0 : : : Satu sekolah tau kalau lo gak bakal bisa nembus circle yang isinya: Adzkia. Atlet pencak silat yang hobi banget ngoleksi piagam di rumahnya dan beberapa disimpan dalam lemari kaca sekolah. Otaknya cerdas, analisanya tajam, dia gak pernah lengser sekalipun dari kelas unggulan. Cita-cita Kia di sekolah cuma satu: mau ikut kegiatan pencak silat sekalian jadi anak olim. Dia penasaran. Kedua, Diva. Kalau lo punya temen yang 24/7 belajar, berarti mirip sama Diva. Sama kayak Kia, Diva hobi banget nyabet penghargaan di ajang olimpiade. Satu sekolah tau satu-satunya orang yang berhasil dapet peringkat pertama selama tiga tahun berturut-turut itu cuma Diva. Ketiga, Indira. Dua kata yang 'Indira banget' itu: ambisius dan basket. Walaupun piagam yang Indira sumbang ke sekolah gak sebanyak Kia atau Diva, dia tetep jadi primadona. Bukan tanpa alasan, Indira itu bibit emas, calon atlet yang udah berhasil bawa medali emas di setiap pertandingan. Terakhir, Dari. Orang gila yang berani-beraninya bolos kelas olim di setiap pertemuan. Kerjaannya keluyuran pake cafe racer dan gak pernah keliatan serius kalau belajar. Yudhis gak tau kalau ke-empat kakak kelasnya gila, yang dia tau; Kia dicurangi, Indira dimanipulasi, Diva dituntut, dan Dari ditelan masa lalu. Sekarang Yudhis gak percaya sama cerita yang orang-orang kasih tau. Ke-empat kakak kelasnya gak sempurna, mereka penuh luka. : : : 0 : : : ©eg210101
All Rights Reserved
#33
otomotif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Davin [On Going]
  • V A B I O L A (COMPLETE)
  • Tokoh Cerita
  • [END] Aku menjadi populer setelah berpakaian sebagai pasangan wanita
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • A+
  • tatapan pertama di pojok kelas
  • The Golden Student
  • Something Called Hope | Completed

"b-biarin gue tenang kali inii! Biarin g-gue gak ngerasain rasa s-sakit lagi." "Gakk Vin! Gak akan. Lo gausah ngomong yang aneh-aneh. Gue yakin lo itu kuat!" "Gue bener-bener c-capek, Zan," lirih Davin dengan bibir yang bergetar. "Masih banyak yang sayang sama lo! Algarez dan Cia butuh lo Davin. Ayoo wujudin semua mimpi lo bareng gue! Ada Olimpiade yang harus lo jalanin besok. Lo gak boleh lupain ituu. Gue selalu support lo!" Ucap Narzan susah payah dengan guyuran air mata yang engan berhenti. Dadanya terasa sesak. Sangat sesak! Melihat Davin yang terbaring di brankar dengan wajah pucat pasi. "G-gue mohonn arzan, g-anteng, d-unia, ak-hi-rat," Davin tersenyum, kala melihat Narzan terkekeh mendengar panggilan itu. Dulunya Narzan sangat membenci panggilan itu, menurutnya itu sangatlah berlebihan. Tetapi kali ini, Narzan menyukainya. "Gue ti-tip ini buat, Cia.." Davin memberikan secarik kertas kepada Narzan. ◍ "Aku titip mata aku sama kamu yaa, jaga baik-baik." ≻───── ⋆✩⋆ ─────≺ Kapan luka ini berakhir? Nyatanya luka ini terus selalu hadir sampai dimana hari terakhir itu tiba! #1 penulispemula 🏆 #1 lukaabadi 🏆 #2 markas 🏆 #3 terpuruk 🏆 #3 cia 🏆

More details
WpActionLinkContent Guidelines