We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pelangi Hitam di Langit Marlborough

Pelangi Hitam di Langit Marlborough

  • WpView
    Reads 627
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 9, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Nabila, perempuan cantik dan cerdas yang sedang memulai hijrahnya. Ditengah perjalanan, Tuhan mempertemukannya dengan David, lelaki mengagumkan sekaligus penuh teka-teki. Nabila mengenal David sebagai senior yang kemudian menjadi sahabat dekat. Pepatah lama memang benar, lelaki dan perempuan tidak akan pernah bisa bersahabat, semuanya akan berakhir dengan rasa cinta; entah itu cinta dari keduanya atau salah satunya saja. Beruntungnya kisah persahabatan mereka berakhir saling mencintai. Tapi sayangnya ada kenyataan yang harus mereka terima; David telah memiliki kekasih dan kekasih itu adalah sahabat Nabila. Banyak dinamika yang Nabila tak mengerti. Namun, satu hal yang ia yakini bahwa skenario Tuhan pasti indah. Jika tidak, maka skenarioNya belum selesai.
All Rights Reserved
#117
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Merindu pada Senja ✔
  • Putih Biru Dongker [END]
  • TEMAN?
  • Kita Beda Dunia
  • Secret Cinta
  • Teamwise
  • Diamku Mengikhlaskanmu (TERBIT)

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines