We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Last First Kiss

Last First Kiss

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
'kamu adalah yang pertama dan terakhir' -Nadya Kirana- 'kamu ciuman pertama yang terakhir' -Ananda Rafael- _________________________________________ "Kamu yakin masih mau sama aku?" tanya Rafael kepada kekasihnya Nadya. "Mau lah, emangnya kamu nggak mau ngelanjutin hubungan kita lagi?" tanya balik Nadya. "Yakin nggak akan nyesel? Kalo kamu nyesel aku nggak mau tanggung jawab ya" ucap Rafael dengan nada parau dan hanya dijawab dengan tatapan bingung Nadya. 'Maaf kalo aku ngeboongin kamu selama ini, maaf kalo aku nggak pernah bilang ke kamu kalo aku sakit, maaf kalo selama kita pacaran aku nyusahin kamu, maaf kalo nggak bisa bilang kalo aku sakit, aku ngelakuin ini supaya kamu nggak mikirin aku terus-terusan, aku mau setelah aku baca surat ini kamu udah harus siap buat cari pengganti aku oke :), sekali lagi maafin aku ya:)'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Dia Anggana.
  • Tentang Cia | end
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • The Return Of First Love
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines