Story cover for Possessive Bad Boy by pemakan_nasi08
Possessive Bad Boy
  • WpView
    LECTURAS 450,553
  • WpVote
    Votos 22,201
  • WpPart
    Partes 53
  • WpView
    LECTURAS 450,553
  • WpVote
    Votos 22,201
  • WpPart
    Partes 53
Continúa, Has publicado ene 09, 2018
update tidak tentu, bisa malam minggu ataupun hari biasa.


****




"Mulai sekarang lo jadi pacar gue" bisik kuta disamping Windu.

Perempuan itu tersedak, dengan cepat Kuta mengambilkan minum dan memberikannya.

"Nggak gu--" ucap windu terpotong

"Mulai sekarang lo jadi pacar gue, gak ada penolakan, sayang." ucap kuta sambil mencium pipi windu setelah itu pergi bangkit untuk pergi dan meninggalkannya sendiri dikantin.

"Semangat sayang kerjanya" ucap Kuta sebelum dia pergi dari hadapan Windu.



******

Cover by : fanfannda and me.

DONT COPY MY STORY:)
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Possessive Bad Boy a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#5kuta
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Reynand & Joya | END cover
Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit] cover
Semu [Completed] cover
DRABIA [END] cover
DAVARA cover
You Are My Destiny cover
RAJAWALI cover
DARKA (Update kembali) cover
Metamorfosis cover
ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\ cover

Reynand & Joya | END

29 partes Concluida

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)