Possessive Bad Boy

Possessive Bad Boy

  • WpView
    Reads 450,840
  • WpVote
    Votes 22,201
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 27, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
update tidak tentu, bisa malam minggu ataupun hari biasa. **** "Mulai sekarang lo jadi pacar gue" bisik kuta disamping Windu. Perempuan itu tersedak, dengan cepat Kuta mengambilkan minum dan memberikannya. "Nggak gu--" ucap windu terpotong "Mulai sekarang lo jadi pacar gue, gak ada penolakan, sayang." ucap kuta sambil mencium pipi windu setelah itu pergi bangkit untuk pergi dan meninggalkannya sendiri dikantin. "Semangat sayang kerjanya" ucap Kuta sebelum dia pergi dari hadapan Windu. ****** Cover by : fanfannda and me. DONT COPY MY STORY:)
All Rights Reserved
#7
windu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reynand & Joya | END
  • Secret Bad Nerdy Girls
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • Semu [Completed]
  • 2D (Dilla & Dian)
  • Manja, Jangan Pergi! [Slow Update]
  • Simple LOVE [Completed]
  • DARKA (Update kembali)
  • Metamorfosis
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

More details
WpActionLinkContent Guidelines