Pengakuan Sang Semesta

Pengakuan Sang Semesta

  • WpView
    LECTURES 3,840
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Chapitres 50
WpMetadataReadTerminé sam., sept. 14, 2024
Pertama tama.terimah kasih sudah mau menyempatkan untuk membaca karya saya,entah itu puisi,kata kiasan,cerpen,dan sebagainya.saya membuat ini hanya sebagai tempat dimana saya bisa mengeluarkan perasaan saya.mengeluarkan jiwa pemikiran saya.dan saya sering membuat status disosmed yang berkaitan dengan karya sastra.dan teman saya komen."hey orang yang puitis udah cukup statusnya yang melankolis"kata teman saya.dan hampir semua karya saya disini saya ambil dari pengalaman yang saya jumpai dan kisah nyata yAng ada dihidup saya.dan saya ingin membangkitkan jiwa literasi anak bangsa indonesia menjadi lebih meningkat.jujur saja saya juga tidak terlalu rajin membaca karena biasanya datng yang namanya malas. Sekali lagi saya ucapkan terimah kasih buat kawan-kawan yang membaca karya saya. Dan jangan lupa tingkatkan minat baca kalian . Salam aksara Salam lestari Ig : @fajriiwardana
Tous Droits Réservés
#17
curahan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • THIS IS MY STORY! - JAYNINGHOON
  • Aksara Tak Bertuan
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • REGATHAN [END]
  • QUOTES TOGETHER #LSC(1)
  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Senja
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Savero Archandra || Haechan || END

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu