Bad Boy vs Bad Girl

Bad Boy vs Bad Girl

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 28, 2018
Kezia berjalan di koridor kelas 10 IPA 3 dengan tergesa-gesa. Tiba-tiba BRUKKK "Ohh shitt. Buset dah, eh lo kalo jalan liat liat dong!" dengan cepat Kezia bangun dari jatuhnya. "Hah lu, lu Reza? Apes bener gua, musti se sekolah lagi sama lu." Reza berjalan santai dengan tasnya di pundak, meremehkan Kezia dan berlalu begitu saja. "Huuu, dasar musuh, liat aja lo nanti." teriak Kezia. Kezia Graceva (Demangga) Reza Pratama (Airlangga) Penasaran dengan kisah mereka? Ayo read, voment, and share ? Thank you guys ?
All Rights Reserved
#15
badboyvsbadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • guru yang menyukai murid
  • With You 나는 행복하다
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • LDR
  • Belia & Keandra (END)
  • SCOMPARIRE
  • LUKA (COMPLETE)
  • Memoria | End
  • RASKAY : We Are Friend ? You Okay With That ? [END] ✅

Bab 1 - Guru Baru Bernama Arga SMA Nirwana kedatangan guru baru Bahasa Indonesia: Arga Mahendra, pria 28 tahun, berwajah tenang dan penuh wibawa. Meski belum menikah, sikapnya dewasa dan penuh pengertian, membuat banyak siswa segan namun penasaran. Di kelas XII-3, seorang siswi bernama Tara Kirana dikenal bandel, tapi cerdas. Hobinya menulis puisi satir dan mengganggu guru. Namun saat bertemu Pak Arga, ia menemukan lawan yang tak mudah dipatahkan. --- Bab 2 - Esai yang Membuka Luka Dalam tugas ujian akhir semester, Tara menulis esai berjudul: "Guru yang Tak Pernah Tahu Aku Sedang Jatuh Cinta." Arga membacanya larut malam. Kalimat-kalimatnya tajam dan jujur. Ia tak tahu harus tersenyum atau khawatir. > "Kau tahu rasanya mencintai seseorang yang bahkan tak boleh kau tatap lebih lama dari lima detik?" Bab 3 - Kopi, Kelas, dan Kode Diam Kedekatan perlahan tumbuh. Tara mulai sering membantu di perpustakaan, hanya agar bisa melihat Arga lebih lama. Arga mulai gelisah, tapi tak bisa mengusir Tara. Mereka berbicara tentang sastra, tentang kehidupan, dan tentang kehilangan. Namun semua masih dalam batas guru-murid... sejauh mungkin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines