Melodiana

Melodiana

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 11, 2018
Bagaimana jika sebuah melodi yang hanya bisa menenangkan dan mengalirkan sebuah kenangan manis tak terlupakan kembali terdengar dan tetap membuat tenang Bagaimana jika pemilik melodi tersebut adalah orang yang di benci. Bimbang itulah yang Camelo akhtarajaya rasakan . Lelaki urakan yang kerjaan nya hanya membuat ulah, dia pun memiliki sisi lembut yang orang-orang tidak ketahui, ia jatuh cinta pada sebuah melodi yang selalu membuat dia tenang tapi ternyata pemilik melodi itu orang yang sangat ia benci dan ia hindari Bagaimana akhtar akan menghadapi rasa bimbang nya ? Membuang rasa nyaman itu atau membuang rasa benci itu sendiri. Ketika melodi menjadi saksi 2 hati yang saling mencintai namun tak saling mengetahui
All Rights Reserved
#309
masaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA DI PERSIMPANGAN DUA JALAN
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Sherlyta
  • JUDUL
  • Salah Target
  • VeeNara
  • Melody untuk Raja
  • Story Of Symphony - END [Revisi]

Senja Jakarta melukis langit dengan gradasi jingga dan ungu, sama absurdnya dengan perasaan Bulan saat ini. Di satu sisi, ada Saka. Lelaki dengan teduh seperti rembulan-ironis, mengingat namanya-selalu bisa membuatnya merasa aman, layaknya pulang ke rumah setelah seharian mengembara. Saka menawarkan ketenangan, percakapan mendalam tentang semesta dan seisinya, dan senyum yang mampu meluluhkan perlindungan Bulan tanpa perlu kata-kata. Di sisi lain, hadir Bara. Ibarat api yang membara-lagi-lagi ironis-hidupnya penuh kejutan dan adrenalin. Bersama Bara, Bulan merasakan hidup dalam film aksi tanpa akhir, penuh tawa riuh, spontanitas yang memacu jantung, dan mewujudkan mata yang menjanjikan petualangan tak terduga. Bulan menghela nafas di balkon apartemennya, aroma kopi Robusta bercampur dengan polusi kota. Dua hati menawarkan dunia yang berbeda, namun keduanya terasa begitu nyata dan memikat. Bukan sekedar suka, Bulan bisa merasakan getaran yang unik dari masing-masingnya. Saka dengan kelembutannya yang menenangkan, Bara dengan energinya yang membakar. Bagaimana mungkin ia harus memilih satu, ketika keduanya menawarkan kepingan yang hilang dalam dirinya? Kebimbangan ini bagai simfoni yang indah namun memekakkan, sebuah melodi rumit yang memaksa Bulan untuk menari di antara dua irama yang berbeda. Keputusan ini bukan tentang siapa yang lebih baik, tapi tentang hati mana yang benar-benar beresonansi dengan melodi jiwa. Dan saat ini, Bulan belum bisa mendengar jawabannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines