one shoot

one shoot

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 8, 2020
Kita tampak menyakitkan beberapa tahun yang lalu, kita tampak menyedihkan kemarin dulu. Aku menyayangi Ibuku, aku rindu Ibuku. Tapi aku juga sangat menyayangi Ayahku, aku ingin Ayah bahagia. Tidak sepantasnya berlarut-larut dalam kesedihan dan kemarahan. Memulai hidup yang baru bukan suatu hal yang buruk. Semoga, setelah ini, cerita hidup kami lekas membaik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sad Ending
  • Kumpulan Cerpen
  • Telaga Imajinasi [Kumpulan Cerpen]
  • Happy Is Bulshit
  • Short Story Romance
  • (One Shot) You & I
  • Shorts Story
  • Ours (One Shot Story)✔
  • Short Stories
  • Perempuan Berhati Surga

Di sketsa cerita ini, aku sangat memahami. Keadaan seperti sekarang tidak akan bertahan lama. Pelan-pelan kita akan menjadi aku dan kamu lagi. Masing-masing seperti kemarin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines