Kisah Naga

Kisah Naga

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 18, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Di penghujung malam ini, aku ingin bercerita. Bercerita tentang perjalanan cinta, yang ku sebut kisah Naga. Bukan naga si ular besar yang mengerikan, melainkan naga si manusia kaku yang pelit berekspresi. Dia tidak tahu caranya berbicara panjang lebar, dia tidak tahu caranya tertawa hingga terbahak-bahak, bahkan dia tidak tahu apa yang terjadi di dalam hidupnya, dan yang pasti dia tidak tahu akan kehidupan luar yang liar. Yang dia tahu hanya buku-buku tebal berisi berbagai macam rumus yang memusingkan, yang dia tahu hanya kehidupan tak bernyawa seperti tak ada oksigen, yang dia tahu bahwa aku menyukainya. Iya dia tahu, aku sempat menyatakan perasaanku padanya, dan dia hanya merespon dengan muka kakukanya yang menyebalkan. Tapi aku tak pernah menyesal telah menyatakan perasaanku padanya, bukannya aku tak punya harga diri, hanya saja menurutku kejujuran lebih unggul daripada harga diri. Maaf jika kisahku tak semenarik Romeo&Juliet. Maaf jika kisahku tak seindah Galih&Ratna. Maaf jika kisahku tak sebaper Dilan&Milea. Maaf jika kisahku tak seromantis Rangga&Cinta. Aku hanya ingin kisahku, kisah remajaku bersama Naga dapat memberikan kalian suguhan kasih sayang, cinta, rindu, ego, amarah, bahkan benci yang dapat kalian cerna dengan baik. Karena cinta tak seindah yang kalian pikir dan cinta juga tak seburuk yang kalian pikir. Bandung, --Shena--
All Rights Reserved
#467
sweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • POLARIS
  • Males, ribet.
  • GRIZLEN {On Going}
  • ARGLADIS
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • MEISYA
  • GABRIEL
  • Zenna Story

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines