Us | Exovelvet

Us | Exovelvet

  • WpView
    Leituras 19,524
  • WpVote
    Votos 1,520
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, ago 20, 2020
SMA Negeri Samantion Dari kelas 12 ; ada suho, irene, xiumin, dan lay. Dari kelas 11 ; ada baekhyun, chen, chanyeol, seulgi, wendy, d.o, kai, dan sehun. Dari kelas 10 ; ada joy, dan yeri. Mereka semua itu temen dari kecil dulu atau bisa dibilang sahabat kecil soalnya orang tua mereka yang terbilang deket banget. Meskipun mereka beda umur, tapi tetep aja mereka masih main bareng meskipun udh melanjak ke SMA. SMP sama SMA aja sama, padahal mah susah banget masuk sekolah yang mereka pilih. Mungkin mereka semua itu emang ditakdirkan bareng sejak generasi orang tua mereka. Kata mereka gitu si. Tapi selama mereka barengan terus, banyak rintangan yang mereka hadepin. Cinta tepuk sebelah tangan, overprotektif, just friend, dlsb. Apa mereka bisa ngejalanin rintangan itu semua? Apa mereka bakal terus sahabatan?
Todos os Direitos Reservados
#349
kai
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Talk About Money
  • Can we have a HappyEnding ? | Surene [END]
  • You & I
  • [✔] Hey Boy!
  • Fake Love ( SMtown )
  • Diam-diam aku Suka DIA || ooh Sehun
  • Dandelion (EXO FANFICTION) COMPLETED
  • The Swapped #Suho

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo