Aku Masa Depanmu

Aku Masa Depanmu

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 18, 2018
Dia masa lalu Aku adalah masa depan, Itu yang mereka semua bilang. Nyatanya di hatinya hanya ada masa lalu tanpa masa depan. Kalau yang harus aku saingin sosok yang utuh, mungkin aku akan lebih kuat. Tapi untuk bersaing dengan sesosok bayangan, yang tidak nyata, tidak berwujud lagi, Apakah aku mesti bertahan? Apakah aku sanggup untuk berjuang? Aku takut dan aku lelah! Nafila Tanuwidjaya. Dia masa depanku, yang dulu itu masa laluku. Itu yang mereka semua bilang. Tapi hati ini hanya bisa terisi oleh yang jadi masa lalu. Bukannya aku tidak mencoba hanya saja aku tetap tidak bisa. Kadang ada rasa takut yang jadi masa depan akan menghilang, lelah dengan penantian. Tetap saja rasa takut itu tidak bisa membuat yang jadi masa lalu pergi dari hati ini. Aku lebih takut masa laluku hilang daripada masa depanku. Apakah aku ini bodoh? Membiarkan masa lalu yang sudah tidak berwujud menetap dan menempel erat dihatiku? Aku juga tidak tahu dan aku bingung! Felix Hermawan.
All Rights Reserved
#882
romantic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Traces Of Marriage(END)
  • Cinta Prajurit Bayangan (Cinta Terakhir Shafa, Sudah Tersedia Di Ebook)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • dimana janji tersebut
  • Adikku Jodohku (END)
  • ELISA & ELVANO [SUDAH TERBIT]
  • Sekali Lagi (End)
  • Paket dari Tuhan

BLURB! Ternyata dunia ini benar-benar sempit. Luka lama yang kukira sudah sembuh, datang lagi tanpa aba-aba. Namaku Anita, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putriku, Audrey, sendirian. Aku pernah dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada cinta, sampai dua pria datang bersamaan: satu dari masa lalu yang pernah menghancurkan, dan satu lagi yang menawarkan ketulusan baru. Kini aku harus memilih... Kembali pada cinta yang dulu melukai, atau membuka hati untuk yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines