We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
11 Days with Alexander

11 Days with Alexander

  • WpView
    Reads 208
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kami berjalan dan terus berjalan sangat lama. Hingga kemudian aku merasakan hal yang lain. Kakiku menginjak jalan setapak yang berasal dari batu bata yang disusun rapi. Aneh sekali. Kenapa ditengah hutan ada jalan setapak seperti ini?. Lagipula jalan ini terlihat sangat lama karena berselaput lumut. "Tetap terus berjalan" perintah Alexander padaku. Sekali lagi aku melihat kearah peta yang ku bawa. Memastikan jalan yang kulalui adalah benar. Dan hal yang kudapat adalah kami melewati jalan yang benar. Karena terlalu lama memandangi peta, kakiku terantuk batu yang cukup besar. Hal itu membuatku jatuh tersungkur. Rasany memalukan sekali. Apalagi ada Alexander yang memandangiku. Saat aku berdiri, aku mulai membersihkan kedua lututku sambil meringis. "Alex, ayo kita berjalan lagi" Kataku sambil menoleh ke arah Alex. Namun betapa terkejutnya aku ketika aku tidak melihat Alex. Aku mulai panik dan mengedarkan pandangan ke segala arah mencari Alex. Namun ketika pandanganku mengarah lurus kedepan. Aku melihat hal yang menakjubkan didepanku.
All Rights Reserved
#17
castle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG SEPASANG
  • My Duchess / End
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • Hidden Love | Mees Hilgers |
  • Prambanan Obsession (END)
  • Luna Of The Wolves (Completed)
  • Menanti
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Batavia 1920

(SELESAI) "Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue. - Juna "Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak. - Mirah "Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue. - Diran "Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama. - Iris "Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati. - Nares "Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini. - Aruna

More details
WpActionLinkContent Guidelines