The Baby

The Baby

  • WpView
    Reads 576
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2018
Dia bukan anakku. Aku tahu dia terlahir dari rahimku, tapi aku juga yakin dia bukan anakku! Entah bagaimana caranya anakku tertukar dengannya. Aku juga tidak mengetahuinya. Tapi yang pasti, aku tidak merasa punya keterikatan dengannya. Aku bahkan membencinya. Dia masih bayi, tapi dia mengerikan. Dia menggiring aku ke arah kegelapan. Bahkan aku sudah merasakannya saat dia dipaksakan tergendong di tanganku. Saat lain, dia berteriak memekakan telingaku. Tidak berhenti. Membuat setiap sendi ditubuhku serasa mau meledak. Dia mengehantui setiap waktuku. Menyanyikan teriakan yang ingin membuat kepalaku meledak. Aku bukan pembunuh sadis, tapi jika tidak ku lenyapkan bayi itu, dia yang akan membuat aku mati. Membuat suamiku mati. Aku sudah mengatakannya pada suamiku, untuk membuangnya saja, tapi dia malah membentakku. Menamparku. Bayi itu iblis! Lihat saja, aku akan membuat perhitungan dengannya. Meskipun aku harus ikut mati bersamanya.
All Rights Reserved
#325
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Andai Kau Tau
  • Memorable
  • Difficult [H.S]
  • Surat Cinta Untuk Ibu
  • One More Taste
  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Sofia's Love story √
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Chained (Kuancheng)

"Ini uang untukmu, uang ini ku anggap adalah biaya aborsi janin itu dan ku katakan, bayi itu sudah tidak ada dalam perutmu sejak kamu menerima uang ini. "Ucap Rani tegas dan menyodorkan uang sejumlah 50 juta pada tangan Rere. Rere tak langsung menerima, membuat Rani menahan geram dan menebak. Pasti Rere... berubah pikiran dan ingin.... "Baik, saya terima uang ini, dan anak Neja sudah tiada. Bayi ini adalah milik saya sendiri... dan saya tambahkan, agar anda semua merasa aman. Buat saja perjanjian di atas materei, ini adalah bentuk, kalau saya tidak akan macam-macam apalagi ingkar pada janji dan sumpah saya, saya tidak akan menampakkan wajah lagi di depan anda semua dan terakhir, semoga anda semua tidak pernah menyesal dan mengusik saya terutama anak saya di masa depan!" Tak ada yang perlu di mohoni atau tangisi penolakan orang-orang terutama ayah janin dalam perutnya, orang-orang itu tidak suka padanya dan anaknya, maka dia akan lebih-lebih tidak suka pada orang-orang itu. Itu prinsip hidup Rere!

More details
WpActionLinkContent Guidelines