The Baby

The Baby

  • WpView
    Reads 576
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2018
Dia bukan anakku. Aku tahu dia terlahir dari rahimku, tapi aku juga yakin dia bukan anakku! Entah bagaimana caranya anakku tertukar dengannya. Aku juga tidak mengetahuinya. Tapi yang pasti, aku tidak merasa punya keterikatan dengannya. Aku bahkan membencinya. Dia masih bayi, tapi dia mengerikan. Dia menggiring aku ke arah kegelapan. Bahkan aku sudah merasakannya saat dia dipaksakan tergendong di tanganku. Saat lain, dia berteriak memekakan telingaku. Tidak berhenti. Membuat setiap sendi ditubuhku serasa mau meledak. Dia mengehantui setiap waktuku. Menyanyikan teriakan yang ingin membuat kepalaku meledak. Aku bukan pembunuh sadis, tapi jika tidak ku lenyapkan bayi itu, dia yang akan membuat aku mati. Membuat suamiku mati. Aku sudah mengatakannya pada suamiku, untuk membuangnya saja, tapi dia malah membentakku. Menamparku. Bayi itu iblis! Lihat saja, aku akan membuat perhitungan dengannya. Meskipun aku harus ikut mati bersamanya.
All Rights Reserved
#14
domesticdrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta Untuk Ibu
  • Memorable
  • EXCUSE ME [END]] REVISI
  • Chained (Kuancheng)
  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • IBUKU PEMERAN TAMBAHAN
  • One More Taste

Ibu..., Telah ribuan puisi dan cerita yang menggambarkan sosokmu. Ternyata, dari rahimmu bukan sekedar melahirkan kehidupan namun juga puisi. Rangkaian kata-kata indah yang terucap rasanya tak pernah benar-benar mewakili sosokmu. Pujian dan sanjungan yang terlontarpun rasanya tak pernah benar-benar cukup untuk dibandingkan dengan keagunganmu. Andaipun aku boleh berkata, aku ingin berkata bahwa engkau adalah sosok Tuhan yang nyata. Padamu terletak kasih yang besar. Padamu melekat sayang yang luas. Bahkan surga yang indahpun berada di telapak kakimu. Engkau lebih indah dari pada surga sekalipun. Tapi, sayangnya aku sedikit terlambat menyadari kemuliaanmu. Maka, semua yang aku tuliskan disini adalah setitik kasih sayang yang tertanam pada diriku dari benih kasih sayangmu. Meski aku tak terlalu pandai merangkai kata, namun setidaknya ini cukup sebagai bukti terimakasihku yang telah terlahir dari seseorang yang bernama ibu. Teruntuk ibuku, dan seluruh ibu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines