The Baby

The Baby

  • WpView
    Reads 576
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2018
Dia bukan anakku. Aku tahu dia terlahir dari rahimku, tapi aku juga yakin dia bukan anakku! Entah bagaimana caranya anakku tertukar dengannya. Aku juga tidak mengetahuinya. Tapi yang pasti, aku tidak merasa punya keterikatan dengannya. Aku bahkan membencinya. Dia masih bayi, tapi dia mengerikan. Dia menggiring aku ke arah kegelapan. Bahkan aku sudah merasakannya saat dia dipaksakan tergendong di tanganku. Saat lain, dia berteriak memekakan telingaku. Tidak berhenti. Membuat setiap sendi ditubuhku serasa mau meledak. Dia mengehantui setiap waktuku. Menyanyikan teriakan yang ingin membuat kepalaku meledak. Aku bukan pembunuh sadis, tapi jika tidak ku lenyapkan bayi itu, dia yang akan membuat aku mati. Membuat suamiku mati. Aku sudah mengatakannya pada suamiku, untuk membuangnya saja, tapi dia malah membentakku. Menamparku. Bayi itu iblis! Lihat saja, aku akan membuat perhitungan dengannya. Meskipun aku harus ikut mati bersamanya.
All Rights Reserved
#499
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • IBUKU PEMERAN TAMBAHAN
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • CINTA KARENA CINTA ❤️
  • Chained (Kuancheng)
  • Sofia's Love story √
  • Memories in Moon
  • Menyesal Telah Menyakitimu

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines