FRI.END SHIP

FRI.END SHIP

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing1h 8m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ada yang bilang kalau persahabatan diantara pria dan wanita tidak akan pernah berjalan dengan mulus. Namun Aren, Alna, dan Iky akan membuktikan hal tersebut. Bahwa persahabatan diatas segalanya. Bagaimana rasanya juga, jika kalian sudah bershabat sejak kecil dan bahkan orangtua kalian sendiri sudah mengganggap sahabat kalian sebagai anaknya sendiri? "Haii Bunda Inge..." sapa gadis itu sambil sedikit berlari dan langsung memeluk wanita paruh baya yang berada dihadapannya itu. Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Bundanya Aren. Inge dengan sigap langsung membalas pelukan gadis yang berada dihadapannya saat ini. Memang Inge sudah mengganggap Alna adalah buah hatinya sendiri. "Halo, anak cantiknya Bunda" jawab Inge sambil mengelus rambut Alna dengan penuh kasih sayang. "Cih. Anaknya sendiri pulang, yang disapa malah anak tetangga sebelah" gerutu Aren kepada bundanya.
All Rights Reserved
#100
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Hazel milik Raydeen
  • SIAPA? |✓|
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Bila Kita Jatuh Cinta
  • Miss TroubleMakers
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Jendala Kaca
  • Di sebalik layar

🥀 Zaya dan Fharis tumbuh bersama sejak kecil. Mereka selalu berangkat ke sekolah bareng, pulang bareng, ketawa bareng, dan saling tahu segalanya. Namun semuanya berubah sejak satu hari, hari saat Zaya akhirnya berani jujur tentang perasaannya... hari dimana Zaya blak-blakan bilang, "Aku suka kamu." Dan sejak saat itu juga, dunia mereka mendadak hening. Beberapa tahun kemudian, semesta mempertemukan mereka lagi lewat tugas sekolah yang memaksa mereka duduk berdua. Canggung, kikuk, tapi masih ada tawa yang sama. Di tengah hujan, lampu padam, dan tumpukan kertas sejarah, keduanya perlahan menemukan satu hal bahwa beberapa hubungan tidak perlu diulang untuk bisa terasa hangat lagi, bersamaan dengan kenangan yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk "kembali seperti dulu" dan Zaya pikir mereka akan selamanya asing. Tapi ternyata, beberapa cerita cukup berhenti di satu titik titik di mana akhirnya dia bisa senyum dan bilang- "halo lagi." 🌧️ Semua terasa sangat luucu, hangat, dan sedikit menyakitkan, Sampai di titik, "hallo" lagi adalah kisah tentang dua sahabat yang belajar bahwa tidak semua kehilangan harus diakhiri dengan selamat tinggal, kadang juga cukup dengan sapaan kecil yang tertunda. 𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟 ──── ୨୧ ──── zy

More details
WpActionLinkContent Guidelines