Story cover for Refrain Harapan by siskafbrn
Refrain Harapan
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 10, 2018
Tahan saja rindumu. Merindulah, selagi ingin.
Sampai diri ini tahu, apa aku benar-benar jatuh untuknya atau tidak.
Tapi dalam lubuk terdalam, namanya jelas melekat.
.
.
.
.
.
Masih sering ku buka kalender dan ku balik kebulan kemarin (Desember). Ada dua hal yang membuatku senang dan mungkin susah untuk ku dapatkan lagi rasa itu. Ingin berharap tapi takut, jika tak berharap aku ingin. Aku masih menunggu hal mengejutkan lainnya jika ku berani berharap. Beginikah rasanya jatuh cinta secara diam tanpa kuberitahu bahwa aku menyukainya?.
Dia tidak boleh tahu. Jika dia tahu, aku malu. Malu karena tersipu senang.
-siskawaii-
All Rights Reserved
Sign up to add Refrain Harapan to your library and receive updates
or
#525cintaremaja
Content Guidelines
You may also like
Truth After Love (Tamat, segera terbit) by tiaxyl
36 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You may also like
Slide 1 of 10
Untukmu, Seluruh Nafas Ini cover
31 Months for You cover
Behind the Silence cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
Between us , I chose me cover
TANGIS atau TAWA (THE END) cover
BUNGA KEMBALI cover
Surat Untuk Takdir [ ON GOING ] cover
finally mate also cover
Shadow That Fades cover

Untukmu, Seluruh Nafas Ini

6 parts Ongoing

Pernahkah kalian mencintai seseorang begitu hebatnya? Disaat kamu baru saja membayangkan dia tidak lagi disisimu, nafasmu terasa berat dan begitu menyesakkan. Bahkan itu terjadi hanya karena kamu sekedar membayangkan hidupmu tanpa dia disisimu. Kamu mencintai dia begitu gilanya, berusaha membahagiakan dan mempertahankan dia disisimu. Tapi ada satu hal yang kamu lewatkan, tidak semua selalu berada dibawah kendalimu. Begitupun dia. Entah sekarang, esok atau selamanya. Kamu tidak akan pernah bisa memastikan dia tetap berada disisimu sekeras apapun usahamu mempertahankannya. Karena sejatinya dialam semesta raya ini, kamu bukanlah pemegang kekuasaan penuh atas kehidupan orang lain. Biarkanlah tangan takdir bekerja semestinya. Tugasmu, bahagiakan dia dengan sekuat semampumu. Sisanya biarkan takdir membawa kisah itu berjalan sesuai alur yang sudah Tuhan gariskan. Entah garis itu saling berdampingan, bersinggungan atau bahkan saling memutus lajurnya. Pastikan kamu menerima segalanya dengan penuh kerelaan. Ingatlah, Jika kalian ditakdirkan tidak untuk bersama, setidaknya semesta pernah menjadi saksi atas perjuangan kalian dalam mempertahankan untuk terus bersama sekuat semampu yang kalian bisa.