Guru Cerdas Melayani Murid Dengan Hati

Guru Cerdas Melayani Murid Dengan Hati

  • WpView
    Reads 343
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 18, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Anak memiliki prinsip belajar itu penting. Begitu juga dengan gurunya, harus punya prinsip bahwa mendidik dan mengajar itu perlu keikhlasan dari jiwa paling dalam. Itulah mengajar dengan Hati dan Empati untuk jiwa-jiwa anak didik yang juga punya hati. Jika dengan hati berarti bukan dengan emosi. Bila dengan hati berarti harus memahami setiap anak juga punya 'hati'. Bila demikian adanya, guru harus punya pengetahuan lebih mendalami setiap jiwa dan hati dari anak didiknya. Jika kita tidak bisa terhubung dulu dengan hati siswa kita, maka kita tidak memiliki kesempatan untuk terhubung dengan pikiran mereka. Pikiran yang mereka gunakan untuk mengolah dan membangun ilmu. Guru cerdas juga berhati-hati mendidik anak manusia karena setiap anak punya keunikan dan gaya belajar sendiri. Sebagaimana setiap anak unik dan punya gaya, guru juga harus banyak 'gaya', metode, dan kreatifitas dalam mengajarnya. Agar punya 'gaya' sebagaimana murid yang harus terus belajar, ia juga harus ikut belajar. Menggali 1001 referensi agar ilmu dan pengetahuannya bisa tersaji dengan baik pada murid-muridnya. Menguasai banyak metode dan strategi belajar agar ia berhasil mendidik dan mentransfer ilmunya. Buku ini mencoba menimbulkan dan membangkitkan cara-cara tersembunyi, belum terpikirkan, belum terbaca, belum kita pahami dengan baik, dan masih baru oleh kita sehingga makin memantapkan kita menghadapi anak generasi Alpha yang lahirnya dimulai tahun 2010. Generasi ini lahir dan langsung mengenal teknologi sejak mereka balita. Sebagaimana mereka terlahir sebagai generasi baru, tentu cara mendidik mereka juga tidak sama dengan generasi sebelumnya. Sebutlah generasi Y atau Z. Oleh karena itu, tugas mendidik mereka perlu penyesuaian dengan ala generasi mereka. Buku ini mencoba mengungkap cara terbaik melayani generasi ini. Tiada gading yang tak retak, ada saja perkataan yang tak sehati. Kami penulis tetap menadahkan tangan untuk kesempurnaan dan perbaikan pada buku ini. Wassalam Penulis
All Rights Reserved
#142
kelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Same But Different (Hiatus)
  • Alison Zhou And The Beauty Easter | Series 2 Alison Zhou | END
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • KOMAR.
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • PROMISE
  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • THE PREMIUM CLASS ( ON GOING )
  • SENSEI, ASSALAMUALAIKUM DESU!

Cover editor by : @neva_zilex Original idea by : me ❗Xodiac fanfic❗ | semua yang di tulis hanya karangan semata jangan di anggap serius | maaf kalo ada kesamaan di salah satu chapter / nama karakter [Same but different story by xixyaAyaa] Zayyan. Remaja itu sudah memiliki hidup yang di inginkan semua orang sejak masih di kandungan sang ibu. namun suatu hari, sebuah kecelakaan menimpa dirinya dan sosok yang sudah melahirkan nya, ia berhasil selamat namun tak dengan sang ibu. Perlahan warna dalam hidup nya mulai memudar dan bertambah memudar ketika daddy nya membawa sesosok gadis perempuan lebih muda darinya. Sejak itu lah ia tak memiliki semangat hidup jiwa nya seperti sudah melayang ntah kemana dan akhirnya ia bunuh diri di ruang bawah tanah tempat biasa ia di hukum Kepergian nya membuat abang abang nya sadar dan bersalah. namun nasi sudah menjadi bubur tak ada guna nya mereka memperbaiki kesalahan. Lalu suatu hari mereka di pertemukan dengan remaja yang mirip sekali dengan adik mereka yang sudah tiada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines