We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HAFIZA

HAFIZA

  • WpView
    Reads 1,390
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 15, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa Tuhan tidak membiarkanku untuk melupakannya dalam sekejap?" "Kenapa kamu datang di saat aku ingin benar benar melupakanmu?" "Kenangan itu mampu membuat dada ini sesak seketika, ku mohon pergilah aku tidak ingin mengingatnya kembali." "Apakah harus secepat ini merasakan jatuhnya cinta?" "Hei, aku bukan robot kecilmu yang hanya mengisi ruang bosanmu." "Aku mempunyai hati yang sekali gores saja akan menimbulkan luka parah, parah sekali." "Sekali lagi aku katakan, jika kamu ingin pergi pergilah tapi kumohon jangan pernah kembali. Jika kamu ingin menetap, diamlah di sini jangan pernah ada kata 'pergi'. Aku benci dengan suatu hal yang telah pergi! Kamu bisa camkan itu kan?" -Aku Hafiza Mikiya, manusia yang paling benci jika dirinya telah dilukai namun tidak bisa benar benar untuk membenci! Bodoh memang.
All Rights Reserved
#332
tegar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • °♡Introvert Girl♡° | End✔|
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • My Heart
  • My Beloved Brother |tamat|
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Let Go
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines