Vampire My Love

Vampire My Love

  • WpView
    LECTURES 12,701
  • WpVote
    Votes 540
  • WpPart
    Chapitres 112
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., oct. 14, 2020
Saya hanya meminjam nama dan menuangkan pikiran yang telah saya dan teman saya dalam bentuk cerita, maaf kalau menyinggung Saat masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas datang muncul siswa baru kedalam kelas yang ditempati Evna dan ketiga temannya begitu juga dengan kelas Lauren, mereka terlihat sedikit misterius "mengapa dia menatapku?" Evna "aku akan mendapatkanmu" Jimin "jangan kalian ganggu teman-temanku!" Miko apa sebenarnya tujuan para namja itu? dan apa kah mereka semua dalam bahaya? //JANGAN LIHAT KALAU TIDAK SUKA\\ //MAKASIH\\ Tidak usah dibaca yang dibawah ini karena hanya ingin melelahkan diri sendiri maaf: Terkadang ada pembaruan di beberapa episode karena ada kata yang tidak tepat atau terlalu berlebihan jadi maaf kalau mengganggu membaca kalian, tapi cerita gak berubah terlalu banyak jadi jangan dihiraukan kalau mau Di karang oleh saya dan @EfnaNur95
Tous Droits Réservés
#41
immortal
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • R² [COMPLETED'REVISI]
  • Backstreet
  • DON'T FORGET ME || SELESAI
  • One Fairy Seven Angles
  • GEVRONZ
  • ³⁶⁰°𝐃𝐞𝐯𝐢𝐥 𝐭𝐨 𝐀𝐧𝐠𝐞𝐥 - 𝐏𝐚𝐫𝐤 𝐉𝐢𝐦𝐢𝐧 [𝐄𝐍𝐃✓]
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • The seven Vampir    ||  ENHYPEN and BABYMONSTER
  • [✓] SCHOOL SUCKS!! [NCT 00L]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu