Arti Sebuah Rasa

Arti Sebuah Rasa

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa itu lagi... Seolah-olah seperti bumerang. Hanya datang, lalu pergi lagi. Ah, aku tak suka. Rasa yang setiap kali datang, selalu mengusik pikiranku dengan seribu tanda tanya di dalamnya. Entah dari mana asalnya. Dan rasa itu juga yang selalu pergi tanpa sedikit pun memedulikan sesosok hati yang ditinggalkannya. Sakit? Membekas? Ah, sudahlah. Tak usah kau tanyakan. Itu pasti. Siapa juga yang menginginkan rasa itu datang? Menyelinap melalui celah-celah hatiku, lalu perlahan berhasil memengaruhi hampir seluruh sudut pandanganku tentang cinta. Tak akan kubiarkan. Tapi tak bisa. Lelah rasanya mencoba menahan semuanya sendiri. Andai bisa kulimpahkan, sudah kulimpahkan semuanya kepadamu sejak awal rasa itu datang. Agar aku tak perlu lagi repot menanggungnya seorang diri. Agar kau tahu bagaimana rasanya memikul semua itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Perfect BoyFriend
  • someone like you
  • My Cold Prince
  • CINTA UNTUK SENJA
  • Remember?
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Semu [Completed]
  • Regrets of Love
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Sekali Lagi (End)

Cinta itu suatu hal yang tabu, tak nampak, tak bisa di sentuh, tak tau juga seperti apa, tak dapat di jelaskan dengan kata-kata bukan? tapi dapat di rasakan oleh hati. Begitupun cintaku, aku tau cintaku tak dapat terlihat oleh mu, karena memang tak mungkin terlihat bukan? Seberapa besarnya, seberapa tingginya, seberapa luasnya, seberapa dalamnya dan seberapa banyaknya, kau tak perlu tau semua itu, kau hanya perlu tau satu hal, cintaku ya cuma kamu, hanya kamu. Saat itu, saat ini, sekarang, dan selamanya. Kalau kau ingin bukti dari semua itu, jujur saja aku tak bisa membuktikannya, tapi jika ada alat pengukur cinta, aku pastikan aku tidak akan membuatmu kecewa. _Terimakasih telah hadir dan menetap, di saat yang lain hadir kemudian lenyap_ Story by Diah Triyani ---- Mohon perhatiannya, cerita ini murni hasil karya saya sendiri. Jadi, diharapkan tidak ada yang mengcopy cerita ini. Sekian, terimakasih. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines