We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Terimakasih Untuk Ayah dan Mamah

Terimakasih Untuk Ayah dan Mamah

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Namaku Siti Chodijah, aku lahir dari seorang wanita hebat yang bernama Asmiyah Lubis dan boru panggoaran ayah yang bernama Mursyid Lubis. Boru panggoaran adalah sebutan anak pertama (perempuan) dalam bahasa Batak. Banyak orang yang bertanya padaku "kenapa marganya sama bisa menikah?" dengan enteng aku menjawab "ya kalo Allah udah bilang JODOH, apapun bisa terjadi". Aku terlahir bukan dari keluarga yang berada, tapi aku terlahir dari keluarga penuh cinta. Ayah begitu senang begitu tau mamahku hamil dalam waktu pernikahan hanya selang dua bulan. Mamah dan ayah menikah tahun 1995, dan aku lahir di tahun 1995 juga (tapi desember). Alhamdulillah jika dihitung bulannya aku tepat sembilan bulan dan lahir dengan normal. Betapa bahagianya ayah ketika aku lahir. Ayah langsung mengadzaniku dengan penuh cinta. Selama di perut mamah, banyak sekali permintan-permintaan anehku (ngidam). Mulai dari kepingin rendang dibuat dari kampung, lalu dikirim ke Jakarta. Kepingin bakso terus-terusan. Bahkan selama aku di kandungan mamah, mamah bawaannya mau nonton film-film India dan horor terus. Sampe-sampe mamah ga masak dan beres2 rumah karna bawaan ngidamku itu hehe. Malam itu, ketika mamahku sedang menjalankan sholat Isya, tiba2 keluar cairan. Sepertinya sudah mulai pembukan. Mamahku diam saja di rumah berdoa agar ayah segera pulang. Ayah sangat panik ketika sampai rumah. Ayah langsung memanggil tetangga yang sudah berpengalaman dan ayah diminta agar mamah segera dibawa ke klinik terdekat di daerah Klender. Di sanalah perjuangan mamah melahirkanku dengan segara cinta dan kasihnya bahkan nyawa menjadi taruhannya. Mamah yang begitu sabar menjagaku dari kandungan sampai melahirkanku ke dunia dan sekarang. Ayahku juga luar biasa karna menjadi ayah yang luar biasa bertanggungjawab, apapun keinginanku dari masih di kandungan yang aneh-aneh, sampai usiaku 20 tahun ayah memberikan segalanya. Love ayah, mamah.
All Rights Reserved
#192
terimakasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami yang Berdosa
  • My Duchess / End
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Surga yang Harus ku jaga
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Kembali Jatuh Cinta
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Salah Target [Unpublish]
  • Proposal Making A Baby [EDISI REPOST]

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines