Love Space

Love Space

  • WpView
    Reads 6,285
  • WpVote
    Votes 2,466
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
Hidup Pelangi berubah semenjak ia bertemu lelaki bernama Awan itu. Siapa yang dapat menolak bahkan menyangkal ketampanan serta kepintaran yang dimiliki lelaki berlesung pipi tersebut? Hanya Pelangi seorang yang mengutuk mati-matian si cowok super duper tak tersentuh itu. Dibalik suka, tentu ada duka. Dimana akan membawa kita pada masa depan yang tak terduga. -Satu hal yang Pelangi benci dari Awan, 'dingin' yang membekukan. -Satu hal yang Awan suka dari Pelangi, 'ceria' yang menghangatkan. Ketika hati saling terjatuh pada cinta yang sama, berhati-hatilah, karena kini kau telah jatuh hati! "Lo boleh main-main di hati gue, tapi gue harap lo gak mainin hati gue. Tolong!" -Awan Shadika #14Jan18
All Rights Reserved
#269
pelangi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Why Friend?
  • CLOSER
  • Because I'm Stupid (End)
  • RAJAWALI
  • The Chance
  • Fingerprint (Dangerous)✅
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • No Longer Mate

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines