Just a friends?

Just a friends?

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 13, 2018
"Kalau gue bisa ngeliat lo jalan sama dia, lo juga harus terbiasa ngeliat gue jalan sama siapapun." Ucap Raya Adara. "Kenapa lo gak pernah ngerti dengan apa yang gue rasain?" Bentakan itu mampu membuat air mata raya adara menetes membasahi pipinya. "Karna lo itu egois. Lo tidak pernah memikirkan perasaan gue, gimana sakitnya gue saat ngeliat lo jalan dia." Deeeeggg.... Dewa merasa tertusuk oleh ribuan pisau yang menghujani jantungnya. "Kenapa, kenapa gue gak pernah peka sama perasaan lo ra?" "Karna lo hanya menganggap gue teman. Gak lebih."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEVIL ON MY WINDOW
  • MY CICI [END]
  • zeandra dan Marsha...
  • Janji Ya
  • Keluarga Baru
  • The Story Of Aghea
  • DEVANO ( sedang di Revisi)
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)

Dia bersama cahaya menerobos masuk ke jendela kamarku "kau tak apa?" mulutku tak mampu mengatakan apapun,hanya mataku yg dapat menjawab pertanyaan itu dengan air mata. "tak usah percaya siapapun lagi,kamu terlalu berharga" kata seperti itu membuat air mataku lebih membucah , seolah bendungan di mataku tak mampu lagi menahan luapannya. "Diaa..." mulutku bergetar melirihkan kesakitan hatinya. "dia lagi?" dia duduk dijendela kamarku dan bersandar, matanya tertutup dan membiarkan angin mengibaskan rambutku. air mataku tak mau berhenti mengalir,dia melihatku dengan sayu dan berkata "bagaimana aku bisa menjelaskan seberapa berharganya air mata mu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines