"Kalau gue bisa ngeliat lo jalan sama dia, lo juga harus terbiasa ngeliat gue jalan sama siapapun." Ucap Raya Adara.
"Kenapa lo gak pernah ngerti dengan apa yang gue rasain?" Bentakan itu mampu membuat air mata raya adara menetes membasahi pipinya.
"Karna lo itu egois. Lo tidak pernah memikirkan perasaan gue, gimana sakitnya gue saat ngeliat lo jalan dia."
Deeeeggg....
Dewa merasa tertusuk oleh ribuan pisau yang menghujani jantungnya.
"Kenapa, kenapa gue gak pernah peka sama perasaan lo ra?"
"Karna lo hanya menganggap gue teman. Gak lebih."
Todos os Direitos Reservados