Story cover for True Detective by Penagra16
True Detective
  • WpView
    Membaca 90
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 90
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Jan 13, 2018
SLOW UPDATE

Cita-citaku menjadi seorang wartawan, itu impianku dari kecil. 

Aku masih ingat ketika aku masih kecil selalu bermain dengannya, teman kecilku yang membenci wartawan, entahlah aku juga tidak tau.

Aku mendapatkan tugas pertamaku untuk pergi ke kantor pusat detektif, dan kalian tau? ternyata salah satu kapten detektif itu adalah teman kecilku.

Aku ingin menceritakan pada kalian tentang pengalamanku bersama seorang detektif yang bekerja bersamaku, kami menyelidiki kasus-kasus dan memecahkannya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan True Detective ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#75wartawan
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Kartu As ditangan Deidad cover
When the Starlight Has Come (Revisi) cover
Perjodohan (Zeesha) cover
detective school cover
Annisa Nur Fathihah (accident in my side)  cover
The Journalist Note cover
Mr. I Project: Devil Must Die cover
Siapa Pelaku Sebenarnya cover
Pembunuhan 3 Menit cover

Kartu As ditangan Deidad

23 bab Bersambung

Deidad Pov: Aku mengetik semua tugas, yang rasanya meneliti sesuatu yang terbengkalai. Kantor, pada malam ini seperti kapal pecah. Kertas berserakan dimana-mana. Aku sendirian, dan posisi beberapa komputer yang aku lihat ada yang terbalik. Tadi pagi, aku melihat ada pertengkaran hebat antara kepala desa gank Deholgas. Mereka ini menjabat sebagai kaur, yang dimana telah melakukan pengkhianatan kepada kepala desa. Dua diantaranya sudah ditangkap oleh polisi. Sementara yang satunya pergi entah kemana. Sebenarnya, aku dan seorang rekanku Oshin yang mengerjakan ini. Tapi Oshin pulang, karena dia menyimpan barang bukti yang begitu banyak, mengenai Deholgas. Gank ini, ku fikir mereka sangat baik sekali. Namun ternyata, mereka menjadi penghianat. Mereka ternyata selama ini bertindak sebagai pengacau yang sangat sempurna. Dimana semua penggelapan dilakukan secara tersistematis. Ponsel berdering ditengah malam, lalu aku mendengar derap langkah kaki mendekatiku. Menyangkak roma bulu kuduk ku, mana kala yang aku lihat adalah salah perangkat desa. Itu adalah Mustafa Kemal. "DEIDAAAADDDDDD" Aku mengacuhkannya, dan fokus terhadap apa yang sedang aku kerjakan. Tumpukan dokumen, harus aku rangkap dalam waktu 2 hari ini, demi memasukan orang satu ini ke dalam penjara. "Deidaddddd!!!!!!!!!" Teriakannya dan dia datang menyerangku.