Mijn Schat (Van Dedrick)

Mijn Schat (Van Dedrick)

  • WpView
    Reads 1,786
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 24, 2022
(PROSES REVISI) Dia yang membenci tanah airku. Dia yang menghardik dengan serapah janjinya menyatakan bahwa ia akan meluluh lantakkan tanah yang kini kupijak. Dia yang mencintai Ratu Wilhelmina nya. Dia yang telah bersumpah untuk menjadikan tanahku bertekuk lutut pada kuasanya. Namun semua hal itu hanyalah sebuah omong kosong belaka, di mana saat kemenangan serta modernitas telah dapat di genggam rakyat tanah air ku berada. segala modernitas di era 2018 yang kini kurasa menghantarkanku pada kekuasaan dengan penuh keangkuhan itu berada. ______ WARNING!! Ceritanya teramat flat :"). Sorry banget kalo penulisan bahasanya teramat ANCUR:v. Dan tolong kasih tau jika ada sejarah yang teramat melenceng/tidak sesuai.
All Rights Reserved
#2
nederland
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blood and Rose
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Paradigma
  • Nona Inlander [End]
  • Rania van Batavia [✔️]
  • Let Me Love You [TERBIT]
  • Mutiara dari Timur  {Revisi}
  • 𝐀𝐤𝐮 (bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]
  • Egbert Van Loen, 1935. [LJN]
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh

[SPIN OFF ARUNA SERIES] Seluruh koran dipenuhi pembunuhan brutal yang meneror Batavia, pembunuhan yang membuat repot Gubernur Jenderal Hindia-Belanda selama satu minggu penuh. Lantas? Persetan dengan semua berita itu! Apa peduliku jika para Belanda itu kerepotan? Malah bagus kalau mereka pontang-panting. Tapi bukankah korbannya rata-rata gadis dengan rentang usia antara tujuh belas hingga dua puluh satu tahun? Gusti! Umurku kan dua puluh tahun! Kenapa aku malah tenang-tenang saja begini? Aduh, di mana otakmu ini, Rini? Baiklah aku harus waspada mulai sekarang. Apa perlu bawa kenes setiap kali keluar? Tidak, Rini, itu sama sekali tidak seperti seorang putri keturunan priyayi, tapi apalah bedanya priyayi, wong cilik, dan para ningrat di hadapan ifrit berdarah dingin? Ah aku jadi teringat Romo. Apa Romo baik-baik saja di Batavia sana? Aduh, aku sedang melamunkan apa gerangan? Kenapa aku repot-repot memikirkan kota lain sedangkan di sini aku masih punya ibu yang harus diurus? Lalu Gusti, kalau boleh meminta petunjuk, tolong beri aku petunjuk siapa sebenarnya laki-laki edan yang mendadak nongol di rumahku tengah malam ini? Kenapa dia memakai baju seperti orang Belanda? Lantas nama aneh macam apa itu? Ah ya, siapa namanya kalau tidak salah? Oh ya, Zen. Nama aneh macam apa itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines