Pahit Kopi Diujung Senja

Pahit Kopi Diujung Senja

  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 13, 2019
Sejatinya kopi rasanya pahit, namun walaupun pahit kopi tetap layak untuk dinikmati. Banyak filosofi pada setiap cangkir kopi, bahkan banyak orang yang menggunakan kopi sebagai kedok dalam hidupnya. Begitu pula kesedihan yang harus kita nikmati prosesnya, walau sesakit apapun itu luka tetap layak untuk dirayakan. Senja adalah pembatas antara siang dan malam. Senja begitu indah, hadirnya sangat dinantikan banyak orang, Namun senja hanya datang sekejap yang kemudian tenggelam ditelan malam. Akulah mentari yang ditenggelamkan langit hanya karena ia ingin bersama rembulan, mentari bersembunyi menikmati sunyi dan percaya bahwa esok fajar akan merekah indah membakar langit hingga berwarna jingga.
All Rights Reserved
#498
lara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keluarga di Ujung Senja
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • 🌺MalVanya 🌺 [COMPLETED]
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Lemon Tea
  • Memories at the end of dusk
  • take away
  • Perempuan Pujaan Hujan

Di sudut kota yang tenang, di mana waktu seakan berhenti, terdapat sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun penuh bunga. Di situlah Amara, seorang gadis remaja, menghabiskan harinya. Setiap sore, saat matahari mulai merunduk di balik horizon, ia akan duduk di teras, menyaksikan keindahan langit yang berubah warna. Senja menjadi waktu istimewa baginya, di mana ia merasa terhubung dengan keluarganya. Keluarga Amara terdiri dari tiga jiwa yang saling melengkapi: Mama yang selalu bijak dengan nasihatnya dan Papa yang penuh semangat dan humor. Dalam kebersamaan mereka, Amara mulai merasakan ketegangan yang tak terlihat-perubahan yang perlahan mengubah dinamika keluarga mereka. Dalam perjalanan menjelajahi cinta dan kehilangan, Amara menyadari bahwa setiap senja menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkapkan. Ketika langit kelabu berhiaskan kilauan bintang, Amara bertekad untuk menemukan makna sejati dari ikatan keluarganya. Di ujung senja, setiap detik berharga menjadi pengingat akan cinta yang takkan pernah pudar, meski badai menghadang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines