Pahit Kopi Diujung Senja

Pahit Kopi Diujung Senja

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sejatinya kopi rasanya pahit, namun walaupun pahit kopi tetap layak untuk dinikmati. Banyak filosofi pada setiap cangkir kopi, bahkan banyak orang yang menggunakan kopi sebagai kedok dalam hidupnya. Begitu pula kesedihan yang harus kita nikmati prosesnya, walau sesakit apapun itu luka tetap layak untuk dirayakan. Senja adalah pembatas antara siang dan malam. Senja begitu indah, hadirnya sangat dinantikan banyak orang, Namun senja hanya datang sekejap yang kemudian tenggelam ditelan malam. Akulah mentari yang ditenggelamkan langit hanya karena ia ingin bersama rembulan, mentari bersembunyi menikmati sunyi dan percaya bahwa esok fajar akan merekah indah membakar langit hingga berwarna jingga.
All Rights Reserved
#63
lara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories at the end of dusk
  • Jendela Senja
  • Terima Kasih, Rumah
  • The Coffee Crush | On Going
  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • The Last Coffee
  • Perempuan Pujaan Hujan

Senja adalah ilusi Aku dan kamu adalah bayangannya Kita pernah dipertemukan untuk dipersatukan. Namun tidak untuk selamanya. Kita yang terjebak pada jaring-jaring pembunuh rasa. Kita yang seharusnya lari dari dunia. Malah saling memeluk rapuh senja yang kehilangan keindahannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines