Between Love, Happiness, and Us.

Between Love, Happiness, and Us.

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 19, 2018
Elora, gadis yang sangat pendiam, dan susah untuk beradaptasi dengan keadaan. Dia sangat menyukai dan menikmati kesendiriannya. Hingga suatu hari, takdir mempertemukannya dengan seseorang. Seseorang yang sangat mengganggu, menurutnya. Jika biasanya orang lain yang berusaha menjauhinya karena sikapnya, maka kali ini berbeda. Justru ialah yang sebisa mungkin menghindari orang tersebut. Namun apa daya, takdir selalu berhasil mempertemukan mereka. Daniel, pria yang memiliki wajah tampan yang selalu ceria, sopan, dan ramah. Banyak orang merasa senang dengan sikap ramahnya tersebut. Namun, tidak bagi Elora, gadis yang ia temui di ulang tahun sahabat lamanya. Daniel merasa bahwa gadis itu sangat berbeda dan unik, merasa tertarik untuk mendekati dan memahaminya. Lantas, bagaimanakah dengan kisah mereka? Apakah ini adalah sebuah takdir yang sedang menjalankan misinya? Ataukah hanya sebuah takdir yang sedang merasa bosan dan bermain - main semata?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Adore you {Kang Daniel ff}
  • Daniel Owns Me
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • To Choose an Enemy (End)
  • NALA 2: The Storm We Called Love
  • Love In Eastern Sky [Completed]
  • Ex-boyfriend

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines