KESAH
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
Ada luka, yang terpatri di ruang penuh kehampaan. Ada hati, yang membeku karna tak ada hangat yang menyelimuti. Ada keras, yang dikokohkan untuk menjadi penutup kerapuhan hati. Ada cinta, yang terbentuk dari ketidaksengajaan. Mungkin ini adalah garisan takdir. Tuhan menakdirkan, gadis kuat itu, untuk lelaki yang tak berhati lembut. Tuhan menyerahkan, gadis itu, untuk mengatasi ketergantungan lelaki itu dari sesuatu yang menghancurkan. Dengan egonya, dengan keras kepalanya, dengan kelembutan yang tegas. Gadis itu, telah berhasil mengubah seorang lelaki, yang kini kian pergi dari hidupnya. Pertemuan itu, bukan untuk akhir cerita yang bahagia. Pertemuan itu, bukan untuk menjadikan ia pemeran utama yang memiliki kekasih goals seperti idaman wanita. Pertemuan itu, bukan seperti yang ia harapkan. Pertemuan, yang entah harus berujung sesal atau bahagia. Yang jelas, pertemuan itu hanya sebatas mengubah seorang lelaki pecandu narkoba untuk menjadi lelaki yang layak dimiliki wanita. *** Konflik lumayan berat, harap bijak saat memilih cerita yang dibaca. Terimakasih.
All Rights Reserved
#42
rusak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • LAST BUT LOST
  • Trust
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Regrets of Love
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • DENNIES
  • Sejenak Luka
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines